Untung Rugi Naturalisasi di Timnas: Indonesia 'Bodoh' Jika Ikuti Singapura dan Filipina

Senin, 2 Januari 2017 20:54 WIB
Editor: Ramadhan
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pemain Indonesia merayakan gol Hansamu Yama Pranata. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pemain Indonesia merayakan gol Hansamu Yama Pranata.

Saat ajang Piala AFF 2016 lalu, pemain Indonesia berdarah Belanda, Stefano Lilipaly, muncul sebagai bintang baru yang bersinar di Skuat Garuda. Kegemilangan Lilipaly tampaknya menjadi inspirasi bagi para pemain berdarah Indonesia di luar negeri untuk bisa membela Tim Merah Putih.

Satu nama pemain asal Belanda berdarah Indonesia, yang belakangan digadang-gadang akan menjalani proses naturalisasi adalah Ezra Walian. Ezra merupakan pemain keturunan Indonesia yang merumput bersama tim muda raksasa Belanda, Ajax Amsterdam.

Foto-foto surat permohonan naturalisasi untuk pemain berusia 19 tahun tersebut, yang diajukan langsung Kemenpora ke Kemenkumham bahkan beredar di media sosial.  Ezra sendiri tak menampik ketertarikannya untuk bergabung menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia.

Aksi pemain berdarah Indonesia, Ezra Walian bersama tim muda raksasa Belanda, Ajax Amsterdam.

“Mungkin (mengikuti jejak Lilipaly). Namun saya tidak pernah tahu (ke depannya),” ujar striker yang juga memiliki darah Manado-Bangka tersebut ketika ditemui wartawan selepas pertandingan eksebisi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Mantan Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Fachry Husaini, memberikan tanggapannya mengenai gencarnya pemain naturalisasi berdarah Indonesia masuk ke dalam Timnas Indonesia.

Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Fachri Husaini.

Kepada INDOSPORT, Fachry menjabarkan banyak dampak positif dan negatif jika PSSI terus mengikuti jejak Filipina dan Singapura mencari bakat sepakbola naturalisasi ketimbang menggunakan talenta pemain asli Tanah Air di skuat utama Timnas Indonesia.

2.1K