Untung Rugi Naturalisasi di Timnas: Indonesia 'Bodoh' Jika Ikuti Singapura dan Filipina

Senin, 2 Januari 2017 20:54 WIB
Editor: Ramadhan
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Kantor PSSI Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Kantor PSSI
Tata Kelola Sepakbola oleh PSSI

PSSI di era kepengurusan baru Edy Rahmayadi diharapkan mampu menghadirkan tata kelola sepakbola dan pondasi yang kuat. Fachri Husaini pun berharap PSSI memiliki rencana jangka panjang hingga beberapa tahun ke depan.

“Jumlah pemain naturalisasi dan pemain lokal harus ditentukan dengan semestinya. Untuk konteks pemain nasional, yang penting dilakukan PSSI adalah pembinaan dan tata kelola sepakbola,” ujar pelatih kelahiran Lhoksumawe, Aceh tersebut.

“Kesempatan pengurus baru untuk berpikir bahwa 5 hingga 10 tahun harus ada pondasi. Jangan setiap pembentukan Timnas, PSSI justru sibuk cari-cari pemain naturalisasi,” tambahnya.

Fachry pun mengapresiasi langkah Alfred Riedl yang tak sekedar memasukkan nama Stefano Lilipaly yang notabene merupakan pemain naturalisasi. Meski di ajang Piala AFF 2016 lalu Lilipaly sedikit menggeser posisi Evan Dimas.

2.1K