'Penolakan' pertama terjadi beberapa waktu lalu. West Ham sudah menyodori proposal transfer tak kurang dari 6 juta pounds atau sekitar Rp99 miliar, namun Sunderland enggan melepas Jermain Defoe dengan nilai yang 'kecil' itu.
Pihak Sunderland jelas ogah menerima proposal tersebut karena Defoe adalah top skor sementara mereka dengan gelontoran 11 golnya musim ini dan 33 gol dari 74 penampilan selama ini.
Pemilik The Black Cats, Elliot Short, meski berniat menjual Sunderland dalam waktu dekat, nampaknya enggan menjual pemain terbaiknya. Mungkin jika itu dia lakukan akan mengurangi nilai jual klubnya.
Baru-baru ini, tim asal London Timur itu kembali dengan lamaran baru ke Stadium of Light. Slaven Bilic, manajer West Ham, disebut-sebut sangat menginginkan mantan pemain Portsmouth dan Tottenham Hortspur itu. Lemahnya lini serang skuatnya hingga pekan ke-20 membuat pria asal Kroasia tersebut membutuhkan striker mumpuni dengan harga seminim mungkin, dan Defoe adalah pilihan terbaik.
The Hammers kabarnya kembali menyodori tawaran mencapai 13 juta pounds, atau kira-kira Rp200 miliar lebih demi memboyong striker yang pernah dicap Judas, merujuk pada pengkhianat karena hengkang ke klub rival, Tottenham.

Jermain Defoe kala masih membela West Ham sebelum hijrah ke Tottenham tahun 2014.
Defoe bukan satu-satunya striker yang tengah menjadi incaran Si Palu. Pemain muda Celtic, Moussa Dembele, juga diincar manajemen West Ham belakangan ini. Namun ditolak kubu The Green and White yang hanya akan melepasnya di angka 40 juta pounds (Rp660 miliar).
Selain Dembele dan Defoe, West Ham turut mencoba merekrut penyerang Brentford, Scott Hogan. Manajemen tim bahkan berani menawar monster Divisi Championship itu dengan harga 10 juta pounds atau setara Rp180 miliar, tapi ditolak mentah-mentah.
Posisi pemain depan memang tengah menjadi target utama West Ham. Dua striker utamanya, Andy Carroll dan Diafra Sakho dinilai rentan cedera, sedang Simone Zaza dinilai gagal karena tidak satu kali pun mencetak gol.
West Ham masih memiliki Ashley Fletcher dan Toni Martinez yang dianggap memiliki prospek cerah di Liga Primer Inggris. Tapi untuk mengarungi ketatnya persaingan di liga, tentu dibutuhkan striker yang matang, bukan berkembang.