Kongres yang digelar di Bandung ini, diharapkan bisa menjadi momentum untuk mengakhiri segala masalah yang terjadi di dalam sepakbola nasional. Diantaranya adalah penyelesaian kasus status tujuh klub yang terhukum seperti Arema Indonesia, Persebaya Surabaya, Persewangi Banyuwangi, Persebo Bojonegoro, Persema Malang, Lampung FC dan Persipasi Kota Bekasi.
Sampai sekarang, status ketujuh klub tersebut di PSSI masih menggantung. Mereka belum kembali ke federasi dan belum mendapatkan kepastian apakah bisa ikut berkompetisi musim depan.
"Saya akan maksimalkan kesempatan ini agar kongres nanti bisa menjadi momen untuk mengakhiri segala masalah yang terjadi di dalam sepakbola nasional. Kami tidak ingin kejadian pada Kongres PSSI 10 November lalu terulang lagi di Bandung," imbuh pria yang pernah menjadi manajer Persebaya kala berkiprah di Divisi Utama silam.
Suasana menjelang Kongres Tahunan PSSI yang akan digelar di Hotel Aryaduta, Bandung.
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi ketika berkunjung ke Surabaya, akhir Desember 2016 lalu berjanji akan segera membahas soal kepastian nasib Persebaya dan 6 klub lainnya dalam Kongres yang akan digelar di Bandung.
Meski demikian, nasib tujuh klub itu masih harus ditentukan 107 pemilik suara yang hadir dalam kongres nanti. Sebab, janji Edy tak akan banyak membantu jika mayoritas pemilik suara tidak menyetujui pemulihan status tujuh klub tersebut atau menolak pembahasan itu, seperti halnya di Kongres PSSI pada 10 November. Hal ini membuat Asprov PSSI Jatim berencana mengumpulkan 12 voters asal Jatim jelang pelaksanaan Kongres PSSI.
"Untuk acara kongres nanti, kami akan ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan beberapa klub yang mendapatkan sanksi. Kami ingin memobilisasi voters asal Jatim agar satu suara ke klub-klub yang dapat sanksi," ungkap Ketua Asprov PSSI Jatim Bambang Pramukantoro kepada INDOSPORT.
Para Bonek juga sudah mulai berdatangan ke Bandung untuk mengawal pemulihan Persebaya Surabaya di Kongres Tahunan PSSI.Ke-12 voters itu antara lain, Arema FC, Persegres Gresik United, Persik Kediri, Persebaya Surabaya (saat ini haknya masih digunakan Bhayangkara FC), Persela Lamongan, Persinga Ngawi, Persebo Bondowoso. Ada juga klub Persatu Tuban, kemudian Laga FC, Blitar United dan Perssu Sumenep.
"Kami akan kondisikan rekan-rekan voters dari Jatim saat sudah di Bandung. Saya sudah melakukan pendekatan ke voters-voters tersebut agar kongres ini sudah ada kepastian bagi klub-klub terhukum," kata Bambang.