Rombongan 21 bonek yang semuanya berangkat dari Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, menuju Bandung pada hari Rabu (04/01/17) secara estafet untuk menghadiri kongres tahunan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) harus menerima kenyataan pahit. 7 di antaranya harus tewas mengenaskan akibat keracunan minuman keras oplosan.
Dari sedianya 5 orang yang tewas, jumlah korban bertambah menjadi dua, yaitu, M. Yunus (18), warga Waru, dan Cahya Kurniawan alias Wawan (22) warga Kediri yang tinggal di Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
"Jadi saat ini total korban yang meninggal menjadi tujuh orang," kata Camat Waru, Fredik Suharto.
Informasi ini juga dibenarkan oleh Ajun Komisaris Besar Yudhi Sulistianto Wahid selaku Kepala Kepolisian Resor Subang, Jawa Barat.
"Jadi, data terakhir, total Bonek yang meninggal itu jadi tujuh orang," kata Yudhi menjelaskan.
Menurut Fredik, M. Yunus meninggal Minggu malam ketika dalam perjalanan pulang bersama 12 bonek dalam iring-iringan ambulans yang membawa lima jenazah rekan mereka.
Sedangkan Wawan meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang.
Sebelumnya, tiga bonek yang diduga sebagai pelaku utama peracik miras oplosan itu, yakni Brian Adam Firdaus, Hasrul alias Foka, dan Rudi tewas lebih dulu. Ketiganya dan dua korban lainnya, Mustakim Najib (18) dan Syahrul Ali Syahbana (18) meninggal dalam perjalanan menuju Bandung pada Sabtu, tepatnya di Jalan Raya Pagaden, Subang
Sebelumnya, lima bonek diberitakan meninggal setelah menenggak minuman keras oplosan yang terdiri atas alkohol 70 persen, minuman ringan Sprite, dan air kelapa muda pada Jumat malam, 6 Januari 2017. Minuman keras itu merupakan jamuan dari Singgih, salah satu aktivis Viking (sebutan suporter Persib Bandung), di Kecamatan Compreng, Subang.
Adapun, proses penyelidikan kasus tewasnya Bonek resmi dihentikan karena pelaku sudah tewas. Namun Yudhi Sulistianto Wahid mengatakan bakal memeriksa Singgih, tuan rumah pesta miras, yang masih dirawat.