Haruna Soemitro menyayangkan langkah PSSI yang membuat kebijakan akan pembatasan usia pemain yang boleh berlaga di kancah Indonesia Super League musim 2017. Bagi dia regulasi ini akan sedikit merugikan sebuah klub.
Terlebih bagi Haruna, dengan pembatasan usia ini akan memiliki pengaruh kepada nilai jual suatu klub. Sebab, regulasi ini sedikit bertolak belakang dengan nilai pasar yang diinginkan penikmat sepakbola Indonesia.
"Saya pikir, kebijakan tersebut melawan pasar. Sekarang kalau pasar maunya usia pemain dibebaskan pasar akan berani membeli tinggi ya, why not?" ucap Haruna kepada awak INDOSPORT.

Pembatasan usia pemain sempat dibahas dalam kongres PSSI.
Memang permasalahan regulasi ini belum menjadi keputusan mutlak oleh PSSI. Namun PSSI meminta para klub untuk dapat berkomunikasi dengan para stake holder akan kebijakan ini.
"Memang kita masih diberi waktu dua sampai tiga minggu untuk melakukan komunikasi permasalahan ini kepada stake holder yang salah satunya adalah sponsor. Dan setelah saya berkomunikasi dengan sponsor bahwa kebijakan ini melawan pasar."
"Sekarang, kalau melawan pasar dan sponsor menarik diri, ya mati kita. Jadi saya harap seharus PSSI dapat memahami akan permasalahan ini," tutup dia.
Sebelumnya PSSI memang berencana melakukan pembatasan usia pemain. Yakni untuk kancah Indonesia Super League makismal usia pemain adalah 35 tahun. Sementara untuk Divisi Utama usia maksimal adalah adalah 25 tahun.