Pelatih Diklat Persib Kritik Progam PSSI Soal Rekrutmen Pemain Muda Indonesia di Eropa dan Qatar

Sabtu, 14 Januari 2017 22:13 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor: Tengku Sufiyanto
© Muhammad Adi Yaksa/INDOSPORT
Ezra Walian, salah satu pemain keturunan Indonesia-Belanda yang dimaksimalkan untuk dinaturalisasi. Copyright: © Muhammad Adi Yaksa/INDOSPORT
Ezra Walian, salah satu pemain keturunan Indonesia-Belanda yang dimaksimalkan untuk dinaturalisasi.

Baru-baru ini PSSI memiliki progam agar pemain muda lokal dan keturunan yang bermain di Eropa serta Qatar bisa memperkuat Timnas Indonesia U-22 di ajang SEA Games 2017. Federasi Sepakbola Indonesia itu sangat serius dengan progam tersebut. Bahkan, tersiar kabar bahwa PSSI sedang mendata seluruh pemain muda lokal dan keturunan Indonesia yang berkiprah di Eropa serta Qatar.

Alasan penggunaan progam tersebut,  karena selama ini banyak pemain muda Indonesia maupun keturunan yang bermain di liga-liga bergengsi. Bahkan, banyak pula pemain yang menginginkan bisa memperkuat Timnas. Hanya saja data keseluruhan pemain potensial tersebut belum sepenuhnya terdata.

Saat ini bahkan muncul nama Ezra Walian. Pemain muda akademi Ajax Amsterdam ini berkeinginan menjadi warga negara Indonesia untuk bisa memperkuat Timnas.
 


Ezra Walian, salah satu pemain keturunan Indonesia-Belanda.

Menanggapi hal tersebut, pelatih Diklat Persib Bandung, Budiman Yunus, tidak setuju dengan progam itu. Menurut Budiman, PSSI seharusnya lebih mengedepankan pemain-pemain muda yang sudah ada di Indonesia. Selain kualitas bermain sudah diketahui, program tersebut sudah menjadi andalan para klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB) di setiap daerahnya. 

Sehingga saat PSSI gebyar melakukan pantauan di Eropa dan Qatar, otomatis membuat para klub atau SSB merasa tidak dihargai. 

"Kalau mencari pemain muda di Eropa, kita juga belum tahu kualitasnya seperti apa. Kalau di Indonesia tidak perlu susah, kualitas sudah pasti tahu. Cukup banyak pemain muda Indonesia yang berpotensi," ujar Budiman.

Budiman membuktikan omongannya dengan kesuksesan Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri. Kala itu, Indra Sjafri tidak sedikit pun menggunakan pemain naturalisasi. Hasilnya, Timnas U-19 juara Piala AFF U-19 2013.

"Lebih baik maksimalkan pemain yang ada di Indonesia. Karena saya kira banyak pemain muda yang memiliki kualitas dan belum diketahui banyak pihak. Misalnya saja Febri Hariyadi yang kini bisa menembus tim senior Persib Bandung," katanya.

478