Gelandang enerjik berusia 29 tahun itu merasa sudah saatnya pesepakbola asal Bali untuk segera kembali ke kampung halamannya. Menurutnya, Bali United adalah klub profesional, di mana keberadaannya di Pulau Dewata bisa menambah motivasi bermain karena dekat dengan keluarga.
"Pastinya saya sangat mengapresiasi langkah manajemen yang berhasil memulangkan pemain Bali yang sebelumnya merantau. Hal ini bagus karena bermain untuk tim tanah kelahiran pastinya akan membuat motivasi bermain akan meningkat," ujar Sukadana seperti dilansir laman resmi klub.

Proses perkenalan empat pemain baru Bali United oleh manajer Indra Sjafri beberapa waktu lalu.
"Tidak ada alasan lagi untuk menolak bermain untuk Bali United karena pemain-pemain lokal Bali tidak perlu lagi berjauhan dengan keluarga dan bisa fokus untuk tampil maksimal bagi timnya. Selain itu manajemen tim Bali United juga sangat profesional," tambah Sukadana lagi.
Tidak hanya pemain, Serdadu Tridatu juga 'memulangkan' staf kepelatihan. Dua pemain asal Bali, I Made Wardana dan A.A. Ngurah Wahyu Trisnajaya, resmi didatangkan manajemen. Sementara I Made Pasek Wijaya diboyong sebagai staf dari Arema Cronus.
Sebelumnya Bali United sudah diisi beberapa nama putra daerah, antara lain I Nyoman Sukarja, I Nyoman Adi Parwa, I Putu Pager Wirajaya, I Made Adi Wirahadi, Felisianus Junius, I Made Andhika Wijaya, Agus Nova Wiantara, dan I Gede Sukadana sendiri.

Sukadana merayakan gol ke gawang lawannya.
Melihat komposisi pemain di musim 2017 ini, Sukadana merasa yakin bahwa Bali United akan tampil baik. Kedalaman skuat yang merata, menurutnya, menjadi kunci utama.
"Komposisi pemain saat ini saya lihat lebih matang. Beberapa pemain muda juga sudah terlihat lebih percaya diri. Selain itu kedalaman skuad tim ini sangat baik dengan skill merata di tiap posisi," tutup Sukadana.