Pep Guardiola kembali gagal memimpin timnya meraih kemenangan saat bertandang ke markas Everton di ajang Liga Primer Inggris. Dua pekan lalu, City juga menelan kekalahan saat bertemu Liverpool.
Kekalahan atas Everton menorehkan luka dalam bagi Guardiola. Ini merupakan kekalahan ke-5 City selama kepemimpinan Guardiola yang terjadi setelah melalui 21 pertandingan di musim pertamanya.
Saat menjadi pelatih di kompetisi La Liga, Guardiola hanya mencatat 5 kekalahan sepanjang musim. Usai kekalahan yang menjadi kekalahan terburuk sepanjang kariernya, Guardiola menjadi pesimistis dapat membawa City meraih gelar Liga Primer Inggris. Padahal saat menukangi Barcelona dan Bayern Munchen, Guardiola sukses mempersembahkan gelar di musim pertamanya.

Para pemain Everton melakukan selebrasi setelah berhasil membobol gawang Manchester City.
Saat ini, City mengoleksi 42 poin dan menduduki peringkat lima tabel klasemen sementara Liga Primer Inggris. Mereka terpaut 10 poin dari Chelsea yang menjadi pemuncak klasemen.
"10 poin merupakan jumlah yang banyak. Kami terpaut tiga poin dengan peringkat dua. Kita lihat apa bisa berada di posisi itu," kata Guardiola usai pertandingan kontra Everton.
Guardiola tampaknya telah memiliki firasat musim pertamanya di Liga Primer Inggris tak akan meraih kesuksesan. Ia mengaku sebelumnya telah mengumpulkan para pemainnya dan berpesan agar tak terlalu memikirkan perolehan poin di tabel klasemen.
Pep Guardiola menilai selisih poin dengan Chelsea terlalu jauh untuk dikejar.
"Sekitar tiga minggu lalu saya bilang pada para pemain agar fokus pada pertandingan dan melakukan hal terbaik yang bisa kami lakukan," tuturnya.
"Setelah itu, di akhir musim, kita lakukan evaluasi terhadap performa dan penampilan kami, bagaimana pelatih dan bagaimana pemain melakukan tugasnya," ucapnya.