Geliat sepakbola Jember tak lepas dari eksistensi klub pribumi, yakni Persid Jember yang musim ini hanya berlaga di Liga Nusantara. Padahal, sebelumnya Persid sempat berkiprah di kompetisi Divisi Utama sebelum terdegradasi pada tahun 2014 silam.
Namun, gairah besar sepakbola kembali lahir saat momentum kedatangan tim Madura United (MU) ke Jember beberapa waktu lalu. Klub asal Pulau Garam itu menghidupkan kembali antusiasme masyarakat Jember, kala berkunjung dalam rangka undangan sebagai bagian dari resepsi pernikahan Bayu Gatra Sanggiawan.
"Selain bertujuan untuk silaturahmi, kedatangan kami juga untuk memberikan hiburan bagi warga Jember," tukas gelandang andalan MU, Asep Berlian.

Asep Berlian saat membela Madura United melawan tim lokal asal Jember dalam sebuah laga eksebisi.
INDOSPORT pun sempat merekam kemeriahan laga eksebisi Madura United versus Taruna Remaja, klub lokal Bayu Gatra semasa remaja dulu. Layaknya laga tarkam, lebih dari seribu orang memadati Stadion Glagahwero di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Senin (16/07/17) kemarin.
Berbagai kalangan menyerbu lapangan desa yang terletak sekitar 28 kilometer di utara pusat Kota Jember itu. Alasannya tentu saja rasa penasaran ingin melihat dari dekat tim Madura United, sekaligus kehadiran Bayu Gatra, sang putra daerah yang begitu dibanggakan.
"Jarang-jarang, Mas, tim sekelas ISL seperti Madura United mau bermain di lapangan desa," tutur Mat Soleh dengan logat Madura yang kental.
Para pendukung asal Jember antusias menyambut Bayu Gatra Sanggiawan yang pulang ke kampung halamannya.Mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Jember yang datang bersama teman-temannya itu pun tak kecewa meski tim Tunas Remaja akhirnya takluk 1-3 dari MU. Gol bagi MU sendiri disumbang oleh Rishadi Fauzi, Jefferson Isir dan Fandi Eko Utomo.
"Tapi kami sangat terhibur sekali. Selain memang ingin melihat Bayu Gatra, kami juga merasa dekat dengan tim ini karena faktor kedekatan emosional," mahasiswa di perguruan swasta Jember itu melanjutkan.
Fenomena itu pun menyimpulkan bahwa sepakbola memang begitu digemari penduduk negeri ini. Bahkan untuk mereka yang bertempat tinggal di pelosok desa di Jember sekalipun.