Chief Executive Organizer (CEO) PT PSM, Munafri Arifuddin, mengaku jika Tim Juku Eja telah mendapatkan sejumlah tawaran uji coba beberapa tim lokal serta undangan turnamen international. Salah satunya dari sesama negara ASEAN, Kamboja.
"Kita sudah banyak dapat tawaran untuk uji coba dari beberapa tim lokal, kita juga di undang mengikuti turnamen di Kamboja tapi sepertinya batal karena biaya akomodasi kita tanggung," kata Munafri, CEO PSM Makassar.

Chief Eksekutif Organaiser (CEO) PT PSM Makassar, Munafri Arifuddin.
Sesuai kesepakatan manajemen dengan tim pelatih, Skuat Juku Eja hanya akan mengikuti Training Center (TC) di Bali. Kemudian, PSM akan jadwalkan latih tanding dengan beberapa tim lokal yang minimal berkompetisi di Divisi Utama.
"Fokus kita sesuai kesepakatan dari awal, yaitu TC di Bali, lalu uji coba dengan tim lokal seperti tim dari Divisi Utama, kalau untuk kontestan ISL masih kita pikir-pikir dulu," jelasnya.
Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts juga menyiratkan hal sama terkait keengganan mereka berlaga di Kamboja. Alasannya hampir sama, yakni karena ketidakjelasan masalah ongkos.
"Jika mereka mau menanggung akomodasi kami ke sana, itu sangat bagus tapi undangan diterima tidak mencantumkan itu, jadi sepertinya batal," kata Robert usai latihan tim PSM, Selasa (17/01/17).
Bukan hanya PSM Makassar yang menerima undangan turnamen di Kamboja. Klub asal Kalimantan Timur, Pusamania Borneo FC turut menerima tawaran yang sama, namun ada kemungkinan mereka bakal memenuhi undangan tersebut.
Skuat PSM Makassar sendiri kini mulai fokus berlatih di Stadion Andi Mattalatta. Disi lain, manajemen Juku Eja masih tetap fokus melakukan negosiasi dengan sejumlah pemain terutama di posisi striker, bek kiri, dan winger kanan.