Sriwijaya FC harus kehilangan salah satu pemain muda berbakatnya, jelang kasta tertinggi kompetisi resmi Indonesia (Indonesia Super League) 2017. Tim Laskar Wong Kito resmi melepas kiper Try Hamdani Goentara ke PSS Sleman.
Kabar ini tentu cukup mengejutkan, mengingat Try Goentara termasuk salah satu pemain yang dipertahankan. Kualitas dan kesempatan pada Try untuk turun pun sebenarnya cukup terbuka.
Pemain berumur 23 tahun itu sudah berpamitan ke manajemen Sriwijaya FC. Ia hengkang ke PSS Sleman untuk menambah jam terbang.
"Saya cuma ingin cari pengalaman, jadi keputusan sudah bulat," kata Try Goentara.
Kendati demikian, Try Goentara ingin kembali mengabdi di Laskar Wong Kito saat dia sudah berkembang lebih maju lagi.

Skuat Sriiwjaya FC.
Sementara itu, pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro ternyata cukup terkejut dengan keputusan hengkangnya Try Goentara ke PSS Sleman. Padahal, kiper kelahiran Palembang 3 Januari 1994 itu digadang-gadang akan menjadi pelapis Teja Paku Alam. Terlebih lagi, Teja dipastikan absen dalam waktu lama, jika dipanggil memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 di SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia.
"Dia bilang mau cari pengalaman, makanya dia pamit kepada saya. Mau bagaimana itu sudah kemauan kerasnya. Padahal, dia kiper yang layak menggantikan Teja pada saat dia ke Timnas nanti," kata Widodo.
Hal serupa juga disesalkan pelatih kiper Sriwijaya FC, Hendro Kartiko. Dia juga menyatakan, Try Goentara memiliki potensi besar bersama tim Laskar Wong Kito nantinya.
"Dia juga sudah pamit dengan saya. Bahkan berjam-jam saya berikan pencerahan kepada dia. Saya bilang dia harus bangga dan bersyukur bisa memperkuat tim kota asal kelahiran, dan tim besar seperti Sriwijaya FC. Tapi dia mau cari pengalaman," ujar Hendro.
"Dia kiper terbaik makanya saya pertahankan dia. Tapi kemauan dia untuk mencari pengalaman membuatnya kuat untuk pamit dari Sriwijaya FC. Tak ada yang bisa kita perbuat, tekadnya sudah bulat," tambahnya.
Keputusan Try Hamdani Goentara untuk hengkang, membuat Sriwijaya FC tengah mengalami krisis kiper. Tim Laskar Wong Kito hanya memiliki Teja Paku Alam dan Yogi Triana.