Anggota Tim Nasional (Timnas) Indonesia pada ajang Piala AFF tahun lalu, Yanto Basna menjadi sorotan utama pada bursa transfer jelang kompetisi baru dimulai. Pada awalnya, bek berusia 21 tahun ini diproyeksikan akan bertahan bersama klubnya di musim lalu, Persib Bandung.
Akan tetapi, tidak adanya kecocokan terkait nilai kontrak bersama tim Maung Bandung membuat Basna memilih untuk hengkang ke Arema FC. Tim Singo Edan yang baru saja kehilangan Hamka Hamzah, menilai Basna merupakan sosok yang tepat untuk menggantikan eks kapten mereka tersebut.
Namun, ketika tinggal selangkah lagi mendapatkan tanda tangan Basna, pihak Arema secara mengejutkan membatalkan merekrut pria asal Papua ini. Manajemen Arema menyampakan bahwa pihaknya kecewa dengan perilaku Basna yang indisipliner.

Yanto Basna akhirnya berlabuh bersama Sriwijaya FC.
Meski begitu, karier Basna di kancah persepakbolaan Indonesia belum tamat setelah Sriwijaya FC datang untuk memulangkan sang pemain kembali ke 'rumah'. Sebelumnya, pemain asal Papua ini sempat membela SFC U-21 pada beberapa musim lalu.
Tindakan indisipliner bek kesayangan mantan pelatih Timnas di Piala AFF 2016, Alfred Riedl ini, ternyata tertutupi oleh kualitasnya sebagai bek muda dengan kualitas mumpuni. Hal itu seperti diungkapkan oleh salah satu bek senior Persija Jakarta, Maman Abdurrahman.
"Yanto Basna bagus. Pemain komplit. Penguasaan bola atas dan bawah juga sama baiknya. Basna merupakan pemain masa depan Timnas Indonesia. Masih muda juga. Memiliki postur dan visi yang baik. Seiring berjalannya waktu, ia akan lebih matang," ujar Maman kepada INDOSPORT.
Kini, Basna akan memulai petualangan baru bersama Laskar Wong Kito pada kompetisi yang sebentar lagi akan dimulai. Namun, manajemen Sriwijaya FC tidak memberikannya kontrak jangka panjang, dengan kata lain, masa baktinya bersama Laskar Wong Kito berdurasi hanya untuk satu musim ke depan.