Laga emosional harus dihadapi Adam Alis saat Arema kontra Persija Jakarta, tim yang pernah dibelanya dan menjadi cita-cita dalam karier sepakbolanya sejak kecil. Apalagi, Adam merupakan putra daerah kelahiran asli Jakarta.
Namun, Adam tak mau menodai debut keduanya bersama Arema dengan sebuah kekalahan.
"Saya profesional saja. Saya harus membawa tim yang sekarang saya bela untuk menang," ujarnya singkat.
Saat membela Barito Putera di TSC musim lalu, Adam Alis mencatat head to head seimbang dengan bekas klubnya di musim 2015 lalu itu. Di pertemuan pertama, Barito mencatat kemenangan tipis 1-0 di Banjarmasin, serta takluk 2-3 kala bertandang ke Solo, markas tim Macan Kemayoran usai mendapat sanksi dari Komisi Disiplin atas kerusuhan suporter di Jakarta lalu.
"Melawan Persija pasti tidak akan mudah. Persija selalu menjadi tim yang bagus di setiap musimnya," imbuh midfielder yang pernah merasakan kompetisi di Bahrain bersama East Riffa tersebut.
Dalam jadwal Trofeo yang berlangsung 3 x 45 menit itu, Arema FC lebih dulu melawan Persija di babak kedua, dan selanjutnya melawan Bhayangkara FC di babak ketiga.
Menyikapi peluang timnya meraih trofi juara, Adam mengaku optimistis, apalagi dengan semakin kompletnya komposisi timnya.
"Ada teman-teman di Timnas juga seperti Hanif. Kami juga terus belajar dengan pemain senior seperti Bustomi," paparnya.
"Ya semoga bisa memberi kontribusi terbaik saja untuk tim," pungkasnya.