Berbagai nama disebutkan, baik itu dari dunia maya ataupun secara langsung pada jajaran pelatih dan manajemen.
Namun, berkaca dari regulasi musim ini, jajaran pelatih dan manajemen harus selektif dalam merekrut pemain.
Hitung-hitungan di lapangan hijau pun harus benar-benar jitu. Regulasi musim ini, sudah diketahui hanya memperbolehkan menurunkan tiga pemain asing, tiga pemain muda berusia 23 tahun.
Itu artinya, dari starting eleven, Laskar Wong Kito sudah pasti akan menurunkan tiga pemain asing, yakni Alberto Goncalves, Hilton Moreira, dan Yu Hyun-koo.

Yu Hyun-koo, salah satu pemain asing Sriwijaya FC.
Untuk tiga pemain muda berusia maksimal 23 tahun SFC banyak pilihan, ada Teja Paku Alam, Zalnando, Manda Cingi, Marcho Sandy, Yanto Basna, dan masih banyak pemain lain.
Tersisa lima pemain senior saja yang bisa dimainkan. Ini berkaitan dengan desakan suporter dan pendukung SFC untuk merekrut pemain bintang.
Bila di ingat lagi, SFC punya Maulana di gelandang bertahan, Fachrudin Aryanto posisi bek tengah, Gilang Ginarsa posisi bek sayap, Yohanis Nabar gelandang sayap, dan bek tengah menjadi masukan fans untuk merekrut Bio Paulin.
Itu artinya, sudah ada lima pemain senior. Pantas rasanya, bila Laskar Wong Kito tidak perlu menumpuk terlalu banyak lagi pemain senior.

Bio Paulin, bek tengah yang diinginkan fans Sriwijaya FC.
Meski pun memang pemain pelapis diperlukan, tiga sampai empat pemain dianggap cukup ideal, karena SFC sudah mempunyai pemain muda berkualitas.
Melihat regulasi ini, Pelatih Kepala SFC, Widodo Cahyono Putro sudah paham betul. Dia bahkan sudah memperhitungkan semuanya dengan sangat rinci.
Sejak awal dia memang cukup jeli dalam memproyeksi pemain buruan pada manajemen. Dia tak mau membeli pemain, kemudian tak bisa menurunkan karena terganjal regulasi.
“Tapi untuk memetakan komposisinya memang belum bisa, karena seluruh pemain belum bergabung,” jelasnya.
Kendati demikian, jajaran pelatih sudah mempunyai data konkret terkait kualitas tiga pemain asing dan pemain muda yang ada.
Kualitas tiga pemain muda akan sangat menentukan posisi pemain senior yang dibutuhkan di lapangan hijau. Misalnya, posisi bek sayap kiri SFC ada Zalnando, maka posisi ini tak butuh lagi pemain senior. Slot pemain senior akan diberdayakan di posisi lain.