Sekjen PSSI, Ade Wellington, mengungkapkan jika kemungkinan besar kompetisi Liga 1 Indonesia bakal digelar menjadi satu wilayah. Berbeda dengan ajang Indonesia Super League (ISL) 2014 yang menggunakan format kompetisi dua wilayah, barat dan timur.
"Satu wilayah saja kemungkinan. Pertimbangan PT Indonesia Baru (PTLIB) selaku operator dalam masa transisi tentu sebelum menentukan format terbaik akan ada transfer knowledge dari teman-teman sebelumnya," ujar Ade saat ditemui di kantor PSSI, Kuningan, Jakarta Selatan.
Sekjen PSSI, Ade Wellington menegaskan PTLIB akan memformulasikan format Liga 1 Indonesia musim 2017 menjadi satu wilayah.Selain itu, Ade juga menegaskan bahwa PTLIB tengah mengumpulkan sejumlah masukan soal penyelenggaraan kompetisi sebelumnya. Ade juga tak menutup kemungkinan akan kembali merekrut sejumlah orang yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi sebelumnya.
"Dalam hal ini PT GTS (PT Gelora Trisula Semesta) yang dan mau dengar usulan, PT Liga Indonesia Baru akan diisi orang-orang profesional, tak menutup kemungkinan juga PT Liga Indonesia baru diisi orang-orang PT GTS yang sudah me-running kompetisi satu musim dengan sangat baik dan rapi," tambahnya.
Selain format kompetisi, PSSI saat ini juga masih melakukan pembicaraan dengan kandidat stasiun televisi swasta yang akan memegang hak siar Liga 1 Indonesia. Direktur Media dan Hubungan Internasional, Hanif Thamrin, mengerucutkan dua nama grup stasiun televisi swasta yang kemungkinan akan menjadi pemegang hak siar kompetisi.
PSSI masih mempertimbangkan pemilik hak siar untuk Liga 1 Indonesia.Meski masih enggan menyebutkan secara gamblang, namun Emtek Grup dan MNC Media menjadi dua nama grup stasiun televisi yang paling memungkinkan membeli hak siar. Pasalnya, Hanif menilai dua grup tersebut memiliki kondisi finansial yang terbilang cukup baik.
"Dari kesehatan finansial hanya dua grup, tapi semuanya masih dalam tahap pembicaraan," ujar Hanif.