Pria berpangkat Letnan Jenderal TNI itu menyebutkan kriteria utama yang harus dipenuhi oleh lokasi yang akan menjadi markas baru induk sepakbola tertinggi di Indonesia tersebut selepas laga pembuka Piala Presiden 2017 di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta.
Edy menegaskan bahwa kantor baru PSSI harus bisa menjadi tempat yang representatif bagi seluruh elemen organisasi sepakbola di Tanah Air, serta mampu menjadi pusat kendali bagi klub-klub yang berada di daerah.

Edy Rahmayadi dalam konferensi pers jelang Piala Presiden 2017.
"Kantor PSSI nanti harus mudah dijangkau oleh pengurus-pengurus daerah, kantor PSSI harus mudah dijangkau dan representatif oleh tamu-tamu kita dari luar, yang ketiga kantor PSSI harus mampu melaksanakan komando pengendalian klub-klub di daerah," kata Edy.
Di sisi lain, Edy juga menyinggung soal biaya Rp13 miliar yang sebelumnya telah dikeluarkan untuk merenovasi kantor lama yang berlokasi di kawasan Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta saat masih diketuai oleh ketua umum lama, Djohar Arifin.
"Seyogyanya berada di pusat kota, kantor PSSI yang 13 miliar di Senayan itu kontrak, PSSI tidak pernah punya kantor akan ada proses audit publik untuk itu," tutupnya.