Meski demikian, barisan pemain muda Arema terlihat beberapa kali masih canggung. Tiga poin atas Bhayangkara FC pun ditentukan oleh dua gol yang dibukukan para pemain senior seperti Esteban Vizcarra dan Dendi Santoso.
Seperti yang diakui Aji Santoso, barisan pemain mudanya memang masih perlu menyesuaikan diri terhadap atmosfer sepakbola di Malang, terutama tampil di hadapan Aremania yang menyesaki tribun Stadion Kanjuruhan, sore kemarin.
"Mereka terlihat masih canggung, karena baik Rafly maupun Nasir memang baru pertama kalinya tampil di depan publik Malang," papar Pelatih Arema FC tersebut.
Melawan Bhayangkara FC, Aji Santoso memang langsung menurunkan empat penggawa mudanya sejak menit awal, sebagai syarat memainkan tiga pemain U-23 minimal 45 menit. Bagas Adi Nugroho menempati pos bek tengah, Muhammad Rafly dan Nasir mengisi lini tengah, serta Dedik Setiawan menjadi ujung tombak.
Namun karena tak juga memberikan dampak positif, Rafly dan Nasir kemudian digantikan oleh Dendi Santoso dan Esteban Vizcarra, sementara Cristian Gonzales mengganti posisi Dedik Setiawan.
"Ya memang terlihat para pemain senior ini masih dibutuhkan karena memberikan dampak positif kepada tim," lanjut Aji Santoso.
Aji pun berharap kepada punggawa mudanya agar cepat beradaptasi dengan skema permainan timnya, saat menghadapi Persija Jakarta di laga kedua Grup 2 Piala Presiden, pada 11 Februari nanti.
"Saya optimis adaptasi mereka semakin lancar, dan bermain lebih bagus lagi," tutupnya.