Piala Presiden 2017

Kalah Tipis dari Persib, Ini Dalih Pelatih PSM

Selasa, 7 Februari 2017 00:21 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor:
© Muhammad Nur Basri/INDOSPORT
Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts. Copyright: © Muhammad Nur Basri/INDOSPORT
Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts.

Robert mengatakan dalam menghadapi turnamen Piala Presiden 2017 ini, masa persiapan PSM Makassar hanya berlangsung dua pekan. Sehingga sudah sangat wajar di laga perdana babak penyisihan Grup C yang digelar di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (06/02/17) mereka gagal meraih kemenangan.

Tim berjulukan Juku Eja ini kalah dengan skor tipis 1-0 melalui sundulan Vladimir Vujovic tepat di menit ke-59, usai memanfaatkan sepak pojok yang dilakukan Dedi Kusnandar.


Vladimir menjadi pahlawan kemenangan 1-0 Persib atas PSM.

"Saya ucapkan selamat untuk Persib. Mereka sangat cepat di kedua sayap dan banyak melakukan crossing. Kita kemasukan dari set piece. Tapi kami baru dua minggu mulai berlatih, menurut kami ini hasil yang bagus," ungkap Robert seusai pertandingan pada awak media.

Dengan kekalahan ini, pelatih asal Belanda itu mengaku akan mengambil hikmahnya dan bisa mengevaluasi sejumlah kekurangan, terutama dalam mengantisipasi bola set piece yang dilakukan lawan.

"Di Liga 1 hal itu tidak boleh terjadi. Karena ini turnamen pramusim jadi tidak masalah dan saat liga dimulai hasil bagus akan diraih. Kami akan mencoba membalasnya," tegasnya.

Maka dari itu, lanjut Robert di turnamen Piala Presiden 2017 ini pihaknya tidak terlalu menekankan para pemainnya untuk menang. Yang terpenting kinerja antar lini semakin lebih padu.

"Saya lebih baik menghindari pemain dari cedera. Karena biaa dilihat tadi banyak sekali benturan. Kami sendiri tidak terlalu memasang target di Piala Presiden. Ini hanya pramusim saja buat kami," jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan kapten kesebelasan PSM Makassar, Willem Jan Pluim. Menurutnya, ia tidak terlalu berhasrat meraih kemenangan atau bahkan juara.

Yang terpenting baginya, permainan yang ditunjukkan rekan setimnya harus lebih baik. Terlebih aturan untuk memainkan tiga pemain U-23 diterapkan.

"Sama seperti yang dikatakan coach, kami memainkan sepakbola yang bagus tadi, kami menunjukan sebagai tim yang lebih baik di lapangan. Kami memainkan banyak pemain baru, jadi kami butuh menyatukan perasaan bersama dan saya pikir ini akan menjadi musim yang bagus untuk PSM," katanya.


Robert menyebut PSM memang tidak berhasrat meraih gelar juara Piala Presiden 2017.

"Tapi saya pikir soal peraturan pemain U-23 tidak bagus untuk kompetisi. Maksud saya, ketika saya masih berusia di bawah U-23, saya main di tim utama bukan karena peraturan tetapi karena saya layak."

"Saat kamu layak, kamu pasti main, tetapi kalau tidak layak kamu tidak main. Saat  memaksakan pemain yang belum layak untuk main, itu akan menurunkan kualitas liga dan sepak bola Indonesia," tegasnya. 

272