Klub Batasi Pemain untuk Perkuat Timnas, PSSI: Bubar Saja, Gak Masalah

Rabu, 8 Februari 2017 14:01 WIB
Editor:
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
kiri-kanan: Ade Wellington, Edy Rahmayadi, Dato Windsor John dan Joko Driyono. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
kiri-kanan: Ade Wellington, Edy Rahmayadi, Dato Windsor John dan Joko Driyono.

Pembatasan jumlah pemain yang dilepas ke Timnas oleh klub sebelumnya sempat diterapkan saat Skuat Garuda berlaga di ajang Piala AFF 2016 lalu. Klub-klub besar Indonesia saat itu tengah sibuk berkompetisi di ajang Torabika Soccer Championship 2016 (TSC).

Aturan maksimal dua pemain yang boleh dilepas klub ke Timnas saat itu diberlakukan dan sempat membuat Alfred Riedl kelimpungan untuk menggunakan pemain yang diinginkannya. Bahkan ada beberapa klub yang menolak untuk melepas pemainnya karena Timnas sudah meminta dua pemain mereka.

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, menyebut jika peraturan pembatasan pemain dari klub tak akan lagi diberlakukan. Pria yang juga menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu bahkan mengimbau klub untuk melepas pemain mereka yang dibutuhkan untuk memperkuat Timnas, sekalipun klub tersebut harus bubar karena seluruh pemainnya bergabung ke skuat Merah-Putih.


Edy Rahmyadi tak ingin klub membatasi jumlah pemain

Gak ada masalah, mau satu klub itu bubar karena pemainnya kita pakai, ya kita tak ada masalah,” ujar Edy Rahmayadi.

Edy menyebut setelah hadir di Indonesia, pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, akan langsung melakukan scouting alias pemantauan pemain yang dibutuhkannya.

"Piala Presiden salah satunya menjadi tempat scouting, mulai besok (hari ini) langsung bekerja karena kontraknya dari kemarin." lanjut Edy.

"Dua dan tiga minggu setelah Piala Presiden pemain-pemain itu sudah bisa diangkut, tapi kalau kita butuh segera ya akan kita penuhi," tambahnya.

Selain melakukan pemantauan pemain di Piala Presiden 2017, Milla sudah mengantongi 50 nama pemain yang sudah direkomendasikan PSSI untuk memperkuat Timnas U-22.

2.5K