FIFA menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari empat negara dari program NDRC. Selain Indonesia, FIFA juga membuat program tersebut di Malaysia, Kosta Rika, dan satu negara yang belum ditentukan.
NDRC merupakan program bentukan FIFA yang konsentrasi menangani sengketa. Di Indonesia NDRC konsen dengan tiga hal, yakni sengketa sesama pemain, lalu pemain dengan klub, dan sesama klub.
FIFA melihat Indonesia melalui kepengurusan baru PSSI sangat konsen dengan permasalahan sengketa tersebut.
"Indonesia dipilih oleh FIFA untuk proyek ini karena kami melihat keinginan kuat dari PSSI dan seluruh stakeholder sepakbola di Indonesia. Termasuk APPI yang merupakan perwakilan pemain di sini dan perwakilan klub untuk mengimplementasikan program ini," ucap James Johnson selaku perwakilan FIFA di Hotel Sultan, Jakarta.
"Tujuannya adalah mencoba untuk mengimplementasikan NDRC yang dipercaya efektif untuk menyelesaikan sengketa antara pemain dan klub. Indonesia menjadi salah satu dari empat negara yang dibidik FIFA untuk dijadikan proyek di seluruh dunia," tambahnya.
Untuk program tersebut, FIFA memberikan dana bantuan kepada PSSI senilai 40 ribu dolar AS atau setara dengan Rp533 juta. Dana tersebut akan digunakan PSSI untuk mengundang para ahli dan membuat regulasi NDRC.
Jika lancar, progam tersebut akan mulai berjalan pada November 2017, dan kini PSSI sedang bersiap untuk menjalankan program tersebut.