Selepas diresmikan PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri memang langsung bergerak cepat dalam mencari pemain untuk masuk ke dalam skuatnya. Pelatih asal Sumatera Barat ini pun memulai aksinya dalam mencari bibit talenta pesepakbola muda dengan blusukan ke daerah-daerah terpencil.
Indra pun memulai petualangannya di kota tapal batas, Antambua, Nusa Tenggara Timur. Di daerah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste ini, Indra akan memantau bakat 35 anak Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini seperti diutarakan oleh pemerhati sepakbola NTT sekaligus salah satu pendiri SSB Bintang Timur Atambua Dwi Alfarist.
"Kita memang sudah tahu niat coach Indra melakukan blusukan di Atambua. Saya sendiri pun sudah bersama beliau dan mendampingnya di lapangan," ucap Dwi saat dihubungi INDOSPORT.
"Memang tidak hanya anak SSB Bintang Timur saja, tapi dia akan memantau seluruh bakat asli NTT. Total ada 35 anak yang merupakan perwakilan dari 23 Kabupaten di NTT akan dia pantau," lanjutnya.
Meski mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dwi juga tidak menampik bahwa dari 35 anak yang akan dipantau ada sembilan anak asuhnya dari SSB Bintang Timur. Namun dia tidak tahu, apakah nanti akan diambil oleh Indra Sjafri atau tidak.
"Dari ke-35 anak, memang ada sembilan dari SSB Bintang Timur. Tapi saya tidak tahu nanti akan ada yang dipilih atau yang akan dipilih berapa oleh coach Indra. Karena itu semua hak beliau sepenuhnya," jelas Dwi.
Indra Sjafri memang tetap pada kebiasaan dalam mencari bibit potensial dengan blusukan langsung ke daerah terpencil. Kini Indra memantau bakat pemain dari Atambua yang belum terjamah.