Menurut salah seorang saksi mata, sekelompok orang terlihat berusaha untuk memaksa masuk ke dalam stadion yang hanya berkapasitas 8,000 penonton tersebut. Mereka ingin menyaksikan pertandingan tim sepakbola antara Santa Rita de Cassia melawan Recreativo do Libolo.
“Beberapa orang harus berjalan di atas tubuh orang lain. Ada 76 korban, 17 di antaranya meninggal dunia,” kata Direktur Umum Rumah Sakit, Ernesto Luis sebagaimana diberitakan Reuters.
A crowd stampede at a stadium before a league match in Angola leaves at least 17 people dead and dozens injured. https://t.co/kDNntynVcL
— SportsCenter (@SportsCenter) February 11, 2017
Yang lebih mengenaskan, menurut laporan media Angola dan Portugal, beberapa korban di antaranya masih anak-anak.
Pihak Recreativo do Libolo mengaku terkejut mendengar berita itu. “Sebuah tragedi tanpa bisa dijadikan contoh di sepakbola Anggola,” demikian pernyataan pihak klub.
Sementara itu, Presiden Angola, Jose Eduardo dos Santos meminta kepada petugas kepolisian untuk menyelidiki insiden tersebut.