Pindahnya Arema ke Stadion Kanjuruhan membuat Arema mampu meraih simpati warga Kabupaten Malang. Sebelumnya, pendukung Arema banyak berpusat di Kota Malang.
Pelatih asal Malaysia, Raja Isa pun tahu betul betapa lekatnya Arema bagi publik sepakbola di Malang. Maka ia pun menegaskan tidak mau memecah dukungan Aremania melalui misi membangkitkan Persekam Metro FC di Kabupaten Malang
"Kami tidak bermaksud menyaingi nama besar Arema. Kita tahun Arema klub besar dengan suporter yang fanatik di sini," ujar pelatih yang baru resmi menangani Persekam Metro FC itu.
"Metro FC hanya ingin menjadi salah satu tim yang bisa dibanggakan lagi di Kabupaten Malang. Maka dari itu, saya tertantang membawa tim ini lolos ke Liga 1 dua musim lagi," lanjutnya.
Guna mendapatkan dukungan publik sepakbola di Kabupaten Malang, Persekam Metro FC punya strategi khusus. Mulai kompetisi Liga 2 musim ini, tim berjuluk Macan Kumbang itu kembali menempati Stadion Kahuripan di Kecamatan Turen.
Sebelum bermain ke Stadion Kanjuruhan, Persekam Metro FC sempat mendapatkan atensi begitu besar dari masyarakat sekitar stadion yang lebih dikenal dengan nama Stadion Talok itu. Namun karena pertimbangan teknis terkait fasilitas, Persekam Metro FC mulai hijrah ke Kanjuruhan sejak tahun 2007.
"Dulu memang banyak penonton yang datang melihat Persekam Metro setiap kali bertanding di Stadion Talok, karena basis suporter begitu besar di Turen dan sekitarnya," sebut Presiden klub, Rendra Kresna.
"Mulai musim ini, Persekam kembali berhome base di Talok, sambil kami membenahi segala fasilitas dan infrastruktur yang memadai untuk mendukung eksistensi klub," imbuh Bupati Malang tersebut.