Kemenangan atas Jawara ISC B itu pun membawa Semen Padang mengunci satu tiket di babak delapan besar dengan 6 poin, setelah sebelumnya mencatat kemenangan tipis atas Madura United.
Tak hanya itu, kemenangan atas PSCS juga membuat Semen Padang berstatus sebagai tim yang tak terkalahkan, dan memiliki produktivitas gol tertinggi disertai rekor clean sheet.
Dua kemenangan membuat tim yang dikelola perusaahan BUMN di bidang produksi semen itu mengoleksi 6 gol tanpa sekali pun kebobolan.
Rentetan hasil positif itu pun sontak melegakan Nilmaizar, yang sukses mewujudkan target maksimal berupa 6 angka dalam dua laga Grup 5.
"Yang pasti, kami bersyukur mendapatkan hasil yang sesuai harapan kami semua. Terima kasih kepada pemain yang sudah bekerja keras sepanjang pertandingan," ucap Nilmaizar.

Pelatih Semen Padang, Nilmaizar.
Kemenangan dengan skor mencolok itu memang di luar prediksi. Pasalnya, PSCS sempat tampil solid lantaran hanya kalah satu gol di masa injury time babak pertama, lewat shooting keras Vendry Mofu.
Namun, beberapa hantaman serangan akhirnya meruntuhkan tembok pertahanan tim asuhan Gatot Barnowo itu, akibat absennya Jin Ho yang menjalani suspensi kartu merah di laga kontra Perseru Serui.
Semen Padang mampu memaksimalkan ketiadaan bek asal Korea Selatan itu dengan empat gol tambahan di babak kedua, yang masing-masing diceploskan Riko Simanjuntak, Marcel Silva Sacramento, Vendry Mofu dan ditutup oleh gol Rudi.
"Dari awal kami tidak memandang remeh kekuatan PSCS, meski mereka berasal dari ISC B," kata Nilmaizar mengemukakan kunci kemenangan besar timnya.
"Saya senang karena pemain tetap menjaga fokus dan konsentrasi sepanjang pertandingan sampai akhirnya kami mendapatkan hasil maksimal," tutup bekas pembesut Timnas Indonesia di Piala AFF 2012 silam tersebut.