Materi pemain muda yang dimiliki BFC tentunya membuat tim menjadi penuh tenaga untuk mengaplikasikan beragam skema permainan secara cepat. Tapi di sisi lain hal ini justru menimbulkan kebingungan.
Sang pelatih, Simon McMenemy mengaku sulit untuk menentukan komposisi starting line up yang akan ia mainkan, dengan kualitas materi pemain yang kompetitif.
"Saya sampai bingung memilih siapa saja yang akan mengisi starting di awal pertandingan. Karena di tim saya banyak pemain muda bagus dan masa depan mereka sungguh cerah," kata Simon.
Kebingungan Simon itu memang cukup beralasan. Di lini tengah saja, Simon diberkahi dengan sederet nama pemain muda bertalenta, yang tentu saja disayangkan jika tidak dimainkan.

Simon McMenemy kebingungan tentukan pilihan starting line up Bhayangkara FC.
Kecuali Firman Utina, Bhayangkara FC musim ini punya midfielder handal dalam visi bermain seperti pada diri Evan Dimas, Zulfiandi, Hargianto, hingga pendatang baru seperti Hendra Sandi Gunawan.
Sementara di sektor penyerangan, Simon juga mesti memilih tiga dari sederet nama striker lokal berkualitas seperti Jajang Mulyana, Ilham Udin Armaiyn, Alsan Sanda maupun Dendy Sulistiawan.
"Saya memang baru melatih tim ini. Tapi, setidaknya saya sudah mendapatkan gambaran untuk kerangka tim pada kompetisi nanti, karena itu target kami sebenarnya," paparnya.
Pelatih Timnas Philipina di Piala AFF 2010 itu juga berada dalam tuntutan tinggi lantaran peluang lolos ke babak 8 besar kembali terbuka melalui koleksi 3 poin, hasil kemenangan atas PS TNI.
Alhasil, kemenangan atas Persija nanti menjadi penegas hasil polesan Simon di Bhayangkara FC sejauh ini. "Sekarang kita punya kesempatan yang bagus untuk lolos. Jadi, kami tidak boleh melewatkannya," pungkas Simon.