Dalam pertandingan Grup 2 Piala Presiden 2017, Cristian Gonzales mencetak dua dan ditutup oleh gol dari Dendi Santoso serta Esteban Vizcarra.
Perolehan poin Arema tak bisa disaingi oleh Persija dan Bhayangkara FC yang akan memperebutkan posisi runner-up terbaik.
"Utamanya kami bersyukur atas hasil kemenangan ini. Beban pemain juga sedikit berkurang sekarang," tandas Aji Santoso dalam konferensi pers di Stadion Kanjuruhan Malang usai laga.
Pelatih Kepala Arema FC itu menambahkan, bahwa kemenangan telak timnya sebenarnya diluar dugaan. Pasalnya, ia menilai PS TNI bermain begitu baik setidaknya di babak pertama.
"Kami banyak kehilangan bola karena pemain PS TNI unggul secara fisik, karena banyak pemain muda dengan kualitas bagus," paparnya.
Aji kemudian menyebut titik balik keperkasaan timnya tak lepas dari pergantian pemain yang efektif. Hanif Sjahbandi dan Nasir yang buntu di paruh pertama langsung digantikan Fellipe Bertoldo dan Fery Aman Saragih.
"Fery dan Fellipe saya mainkan karena untuk menambah daya serang tim. Buktinya, kami bisa menambah gol lagi," ungkapnya.
Meski demikian, mantan pelatih Persela Lamongan itu tetap punya catatan khusus sebagai evaluasi bagi timnya jelang berlaga di fase knock-out nantinya.
"Penyelesaian akhir harus lebih maksimal. Seharusnya ada dua gol lagi. Esteban gagal melewati kiper PS TNI, dan shooting Adam Alis yang membentur tiang gawang," pungkasnya.