Ini terjadi jelang lanjutan Piala FA babak 16 besar antara Sutton United melawan Arsenal. Manajemen The Gunners awalnya akan merelakan jatah pemasukan tiket yang terjual ludes sebanyak 5000 tiket. Tidak hanya itu saja, tim London Utara tersebut bahkan ingin memberikan seluruh pemasukan dari hak siar televisi yang mencapai Rp4,1 miliar.

Tiket pertandingan Piala FA antara Sutton United vs Arsenal ludes terjual.
Sayang, kemurahan hati tim yang baru saja dibantai Bayern Munchen dengan skor 5-1 di ajang Liga Champions itu tidak mendapat restu dari FA. Sebab, dalam peraturan yang sudah dibuat, tidak ada tim yang boleh memberikan melakukan perjanjian mengenai hal yang berkenaan dengan finansial di Piala FA, termasuk kesepakatan seperti yang disebutkan.
Hal ini untuk mencegah adanya kecurangan berupa suap menyuap dalam sepakbola, terutama di turnamen paling tua di sejarah sepakbola tersebut. FA takut hal seperti ini bisa terjadi di laga-laga lain di kemudian hari, yang berakibat pada adanya pengaturan skor antara dua tim yang bertanding.

Sutton United ciptakan sejarah dengan lolos ke babak 16 besar Piala FA musim 2016/17.
Peraturan lain di Piala FA juga menyebut bahwa uang dari penjualan tiket wajib dibagi 40 persen kepada tim tamu, di mana Arsenal akan menerima uang sekitar 40 ribu pounds atau setara Rp664 juta. Uang tersebut mungkin saja kecil bagi The Gunners, yang tahun lalu mendapat untung bersih sebesar 330 juta pounds atau sekitar Rp5,5 triliun.
Sutton sendiri hanya akan mengambil 50 persen dari hasil penjualan tiket pertandingan piala FA. Sementara pihak FA akan mendapat 10 persen.