Tim asuhan Mustaqim itu pun gagal untuk setidaknya menyamai rekor bagus di Piala Jenderal Sudirman tahun lalu, dengan lolos dari babak penyisihan grup.
Kiprah PS TNI waktu itu bahkan disebut sebagai tim yang paling fenomenal. Tim besutan Suharto AD saat di turnamen itu bahkan menempati juara Grup C dengan 11 angka, dan tak terkalahkan saat bersua Surabaya United, Pusamania Borneo FC, Persib Bandung, dan Persela Lamongan.
Namun, kiprah fenomenal mereka mulai memudar seiring berjalannya waktu. Bertarung di Grup B, PS TNI tak berdaya berduel dengan tiga tim pesaing yang lebih matang dalam jam terbang pemain.
Tiga kali bertanding, tim yang mengandalkan para pemain U-21 beserta sejumlah pemain senior plus dua asing itu tak sekali pun meraup poin. PS TNI mencatat tiga kali kekalahan kala dijungkalkan Persija 0-1, Bhayangkara FC 1-2, dan babak belur melawan Arema FC dengan skor 0-4.

Abduh Lestaluhu saat dihadang pemain Persija Jakarta.
Abduh Lestaluhu menyebut, timnya memang belum siap dalam bersaing untuk kompetisi. Pasalnya, materi pemain masih banyak diperkuat pilar muda, serta belum mendapatkan beberapa pemain kunci termasuk pemain asing yang bisa mengangkat performa tim.
"Kita masih kalah kelas. Terutama saat melawan Arema, kita kalah jauh (dalam materi pemain)," ungkap fullback kiri PS TNI sekaligus andalan Timnas Indonesia di Piala AFF tahun lalu itu.
Maka dari itu, pemain kelahiran Tulehu Maluku itu pun berharap timnya segera mendapatkan tambahan pemain lokal berpengalaman dan legiun asing berkualitas.
Hal itu sebagai upaya untuk mengangkat performa tim agar bisa bersaing lebih jauh di kompetisi Liga 1 nanti. Apalagi, pada kompetisi itu juga akan diterapkan terkait promosi dan degradasi tim.
"Untuk persiapan sebelum kompetisi, saya berharap tim menambah pemain (lokal berpengalaman) dan asing agar jauh lebih baik," paparnya.