Hasil undian akan mempertemukan Laskar Wong Kito dengan Singo Edan di Stadion Manahan Solo, pada Minggu (26/02/17) mendatang.
“Kita akan melawan Arema FC, ini laga berat dan butuh kerja keras untuk dapat memenangkan pertandingan,” kata Sekretaris Tim SFC Achmad Haris usai drawing di Jakarta, Selasa (21/2/2017).
Dia mengakui bila pertemuan dengan Singo Edan sudah sangat sering, kedua tim sudah tahu betul gaya permainan masing-masing. Tapi, anak asuh Widodo tak boleh lengah, karena di perempatfinal akan memainkan sistem gugur, jadi Arema akan tampil habis-habisan untuk mendapatkan tiket ke final.
Jarak Malang dengan Solo tidak terlalu jauh, Aremania pasti akan memadati tribun Stadion Manahan Solo. “Kita jangan kalah semangat, drawing sudah dilakukan, tim harus fokus lawan Arema FC,” ucapnya.

Sriwijaya FC akan menghadapi Arema FC di babak perempatfinal Piala Presiden 2017.
Kendati tak diuntungkan dari faktor penonton, SFC punya catatan manis kala bermain di Stadion Manahan Solo. SFC tak pernah kalah di sana. Arema pun tak pernah menang dari SFC saat bermain di Manahan Solo, sebuah rekor yang harus jadi motivasi bagi anak asuh Widodo.
Dari tiga pertemuan terakhir SFC melawan Arema yang berlangsung di Stadion Manahan, tak sekali pun Arema mampu mencuri kemenangan atas SFC. Laskar Wong Kito menang dramatis 2-1 babak semifinal Piala Presiden 2016.
SFC menang 1-0 dari Arema dalam ajang IIC 2012. Sebelumnya, juga di Stadion Manahan Solo, pada Piala Indonesia, Singo Edan harus bertekuk lutut dari SFC dengan skor 2-1.
Kini tuah Manahan Solo sangat diharapkan para penggawa Laskar Wong Kito. Untuk menjaga rekor tak terkalahkan di Manahan Solo, SFC harus segera berbenah menangkal niatan Arema yang ingin membalas kekalahan di Piala Presiden tahun kemarin. "Kita harus kerja keras, Arema tim kuat dengan pemain bagus," timpal Widodo.
Tapi karena regulasi sekarang mengharuskan tiga pemain U-22 masuk starting XI, peta kekuatan tidak akan jauh. Persaingan akan semakin ketat lagi. "Saya rasa permainan akan ketat, kita akan bersiap lawan Arema," pungkasnya.