Penetapan Kota Solo sebagai tuan rumah babak 8 besar Piala Presiden dirasa sudah tepat. Apalagi, tidak ada tim yang lebih diuntungkan lantaran faktor kedekatan secara geografis, kedelapan tim berasal dari home base yang jauh dari Jawa Tengah.
Dari pulau Jawa, ada tiga tim yang akan berlaga di Solo, yaitu Arema FC (bermarkas di Malang), Bhayangkara FC (Surabaya), Persib Bandung, dan Madura United dari Pulau Madura. Sedangkan empat tim lain berasal dari luar Pulau Jawa, yaitu Semen Padang FC dan Sriwijaya FC (Sumatera Barat dan Selatan), serta Pusamania Borneo FC dan Mitra Kukar (Kalimantan Timur).
Pada babak 8 besar di turnamen pramusim kompetisi Liga 1 itu memang menerapkan format satu kali pertandingan, tidak seperti tahun lalu. Sedangkan format home and away baru diterapkan di babak semifinal, serta partai final satu kali di Stadion Pakansari Bogor, Jawa Barat.
"Kami kian bersemangat karena pertandingan nanti ada di tempat netral yaitu Solo," kata Fabiano Beltrame.
Kapten Madura United, Fabiano Beltrame.
Pemilihan Solo pun berdampak positif pada persaingan yang sehat di antara kedelapan tim yang terdiri dari lima juara grup dan tiga runner up terbaik.
"Jadi persaingan akan lebih ketat, sehingga peluang semua tim sama besarnya," lanjut eks pilar andalan Persija Jakarta tersebut.
Ia pun mengumbar optimisme tinggi untuk terus melaju ke empat besar, meski harus menghadapi tim sekaliber Pusamania Borneo FC, yang lolos dengan status juara grup di Bali.
"Karena jika lolos, kami akan kembali bermain di depan suporter sendiri. Persiapan tim sejauh ini bagus, dan kami siap menghadapi Borneo," terangnya.