Liga 1

Kick Off Liga 1 Mundur, MU Dipusingkan Penyesuaian Kontrak

Sabtu, 25 Februari 2017 10:47 WIB
Editor:
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Haruna Soemitro memberikan arahan kepada pemain Madura United. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Haruna Soemitro memberikan arahan kepada pemain Madura United.

Semua tim di Liga 1 kini memang sedang giat menyusun atau melakukan revisi terhadap program tim, buntut mundurnya kompetisi kasta tertinggi itu dalam satu bulan hingga pekan terakhir April nanti.

Banyak yang menyikapinya secara positif, namun ada juga yang negatif. Madura United, menjadi tim yang langsung pusing akibat mundurnya kompetisi Liga 1 dari jadwal semula pada akhir Maret hingga April.

"Kami jadi pusing lantaran khawatir berakhirnya masa kompetisi ikut mundur juga terlalu lama," Haruna Soemitro mengungkapkan.

Manajer tim MU tersebut memang fokus pada semua hal administrasi termasuk operasional tim maupun kontrak pemain. Pasalnya, tim berjuluk Sapeh Kerrab itu sudah menghitung estimasi biaya operasional tim dalam satu musim kompetisi yang berjalan selama sepuluh bulan mendatang.

"Pemain kami kontrak per Januari, dan start gaji mereka mulai Februari ini. Dengan asumsi kompetisi berjalan sepuluh bulan, maka mereka sudah lepas kontrak sampai November nanti," terangnya.


Madura United harus merevisi kontrak pemainnya.

"Maka dari itu, jika berakhirnya kompetisi ikut mundur melewati bulan November, kami pusing dengan formula perpanjangan kontrak pemain yang mesti disesuaikan lagi," bekas Ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu menambahkan.

Meski di satu sisi lebih menguntungkan dalam hal persiapan tim, molornya kick-off Liga 1 di sisi lain memang membuat beban operasional tim semakin membengkak.

Oleh karena itu, manajemen MU segera ingin mendapat kepastian terkait kick-off kompetisi agar program tim tidak kembali terganggu.

"Makanya, kami harapkan ada kejelasan tanggal kick-off nya. Kalau sudah ditentukan, kami bisa menyusun program bagi tim ini lebih baik lagi," paparnya.