Piala Presiden

Gagal Juara, MU Malah Dapat Pelajaran Berharga

Selasa, 28 Februari 2017 08:42 WIB
Editor: Yohanes Ishak
 Copyright:

Madura United kembali menatap raut optimisme pasca gagal menggapai target di Piala Presiden 2017. Mematok target juara, nyatanya tim berjulukan Sapeh Kerab itu tak mampu meneruskan lajunya ke fase semifinal setelah dikalahkan Pusamania Borneo FC di babak 8 besar.

Meski gagal, namun pihak klub tak mau bersedih terlalu lama. Tim asuhan Gomes de Oliveira itu pun mengambil sisi positifnya dengan punya waktu persiapan lebih lama menuju kompetisi Liga 1 musim ini.

"Sedih yang dirasakan cukup dua jam saja, kita harus segera bersiap lagi menuju kompetisi. Baiklah, Piala Presiden bukan untuk kita, tapi selalu ada hikmah dan sisi positif dari sebuah kegagalan," ujar Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi.

Sisi positif yang kemudian dipaparkannya adalah mengenai kolektivitas tim. Secara permainan, MU memang tidak kalah dibanding PBFC, meski kemudian kalah secara hasil skor dalam adu penalti 4-5.

Madura United saat di Piala Presiden 2017 kemarin.

Bermain imbang tanpa gol selama 90 menit, Greg Nwokolo dkk gagal melaju ke semifinal lantaran satu dari penendang penaltinya bisa digagalkan kiper PBFC yang dikawal Wawan Hendrawan di Stadion Manahan Solo, Sabtu (25/02/17) lalu.

"Sebuah evaluasi penting bagi pelatih adalah, bagaimana tim ini bisa membongkar pertahanan lawan yang menerapkan skema bertahan," tambah sosok yang juga menjadi Staf Badan Pemeriksa Keuangan RI tersebut.

Achsanul lalu meminta maaf kepada publik sepakbola di Madura atas kegagalan MU mencapai target di turnamen pramusim kompetisi itu. Baginya, kegagalan ini bukan dari kesalahan tim yang gagal dalam babak adu penalti kontra PBFC.

"Saya bertanggung jawab atas kekurangan ini dan segera memperbaikinya. Kesalahan kita adalah tidak bisa mencetak gol, bukan saat penalti," pungkasnya.

258