Patah Hidung, Yanto Basna Tetap Fokus Seleksi Timnas U-22

Selasa, 28 Februari 2017 17:57 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra
© Petrus Manus DaYerimon/Indosport
Yanto Basna saat menjalani seleksi bersama Timnas U-22 Indonesia. Copyright: © Petrus Manus DaYerimon/Indosport
Yanto Basna saat menjalani seleksi bersama Timnas U-22 Indonesia.

Seleksi tahap kedua Timnas U-22 hari ini diikuti oleh 26 pemain dengan 11 diantaranya merupakan pemain baru di mana salah satunya adalah  Rudolof Yanto Basna. Pemain asal Papua itu sendiri masih dalam tahap penyembuhan cedera hidung yang dialami ketika bermain di babak delapan besar Piala Presiden 2017 saat melawan Areama FC, Minggu (26/02/17) lalu. 

Yanto Basna sendiri tetap ngotot untuk menjalani latihan di seleksi Timnas U-22 meski masih menggunakan plester di bagian hidungnya yang masih cedera. Pelatih Luis Milla sendiri menyatakan bahwa ia sudah berkomunikasi dengan Yanto Basna sebelum memutuskan si pemain ikut berlatih.

"Yanto Basna tidak ada masalah, dia tetap sehat dan siap berlatih hanya hidungnya saja yang sedikit bermasalah. Kami sebelumnya tanya lebih dulu, dia bisa berlatih atau tidak. Itu yang kami lakukan pada semua pemain termasuk Yanto Basna yang menyatakan siap berlatih," ujar Luis Milla usai latihan.  

Rudolof Yanto Basna menderita patah hidung kala membela Sriwijaya FC di babak 8 besar Piala Presiden 2017.

Sementara itu, Yanto Basna menegaskan bahwa ia masih menyesuaikan diri dengan gaya kepelatihan Luis Milla dan tidak mengalami masalah serius dengan cedera hidungnya. Bek Sriwijaya FC itu menyatakan bahwa butuh waktu 2-3 bulan untuk menyembuhkan cedera patang tulang hidung.

"Cedera hidung saya mungkin butuh 2-3 bulan sampai benar-benar sembuh. Kalau latihan tadi saya masih menyesuaikan diri dengan gaya permainan dan juga materi dari pelatih. Tadi sempat benturan tapi cuma sedikit pusing dan sementara saya coba urut-urut sendiri (terkait cedera hidung)," tutur Yanto Basna saat ditemui di Hotel Yasmin. 

Terkait cedera hidung Yanto Basna tersebut, dokter Timnas Indonesia, Syarif Alwi mengingatkan agar sang pemain menghindari duel bola atas dengan lawan untuk mencegah hal-hal yang dapat membuat cederanya bertambah parah. 

880