Piala Presiden 2017

Takluk dari PBFC, Persib Kritik Kinerja Wasit

Kamis, 2 Maret 2017 23:00 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor: Ahmad Priobudiyono
© INDOSPORT/Muhammad Ginanjar
Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman. Copyright: © INDOSPORT/Muhammad Ginanjar
Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman.

Persib Bandung meraih hasil minor dalam laga leg pertama babak semifinal Piala Presiden 2017, setelah takluk 1-2 dari Pusamania Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Kamis (02/03/17). Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman menilai kepemimpinan wasit menjadi penyebab kekalahan timnya.

Pelatih yang akrab disapa Djanur ini bahkan tak segan menyebut wasit Bachrul Ulum yang memimpin jalannya laga PBFC kontra Persib untuk lebih banyak belajar soal cara kepemimpinan di lapangan. Pasalnya, menurut Djanur banyak keputusan yang diambil Ulum dalam laga tersebut tidak tepat.

"Bukan kami cari excuse tapi kami agak kecewa dengan kepemimpinan wasit itu berat sebelah karena banyak pelanggaran yang tidak perlu. Rasanya perlu belajar lagi, karena bola ada duel langsung tiup tidak dilihat dulu. Seharusnya dilihat dulu bola mengarah ke mana tapi ini tiup-tiup aja," sesal Djanur saat ditemui seusai pertandingan.

Persib Bandung kalah 2-1 dari Pusamania Borneo FC dalam laga leg pertama Piala Presiden 2017 di Stadion Segiri, Samarinda.

Selebihnya, Djanur memberikan apresiasi kepada PBFC yang telah mengalahkan timnya di leg pertama semifinal Piala Presiden 2017 ini. Djanur mengakui penampilan timnya kurang begitu baik dan jauh dari harapan terutama di babak pertama. 

"Hampir tidak bisa berbuat apa-apa di babak pertama karena saya akui lini tengah dan lini depan tidak berjalan sesuai harapan," katanya.

Lebih lanjut, Djanur juga menyayangkan para pemainnya tidak fokus dalam menjalani pertandingan, terutama saat mengantisipasi bola set piece yang dilakukan lawan. 

"Sebetulnya sudah kami antisipasi itu bola-bola mati mereka karena mereka punya Reinaldo yang cukup tinggi dan benar saja tadi bisa menjadi gol. Kami sudah bisa membalasnya dari bola mati juga," tuturnya. 

Padahal, Djanur mengaku sempat mewanti-wanti para pemainnya di babak kedua agar kejadian serupa tidak terulang. 

"Matsunaga bikin pelanggaran tidak perlu jadilah tendangan bebas yang diambil Asri Akbar dan Wanggai menyelesaikannya dengan baik," tuturnya.

Maka dari itu, Djanur berharap di leg kedua yang akan digelar si Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Minggu (05/03/17) timnya bisa membalas kekalahan sehingga bisa menembus babak final. 

"Cukup berat memang karena mereka memiliki pertahanan yang cukup baik, bukan gampang. Orang mungkin berpikir cukup dengan 1-0 tapi bukan gampang, kami harus kerja keras kalau masuk ke final kami harus menang di Bandung," pungkasnya. 

443