Laga leg kedua babak semifinal Piala Presiden 2017 antara Persib Bandung melawan PBFC akan berlangsung Minggu (05/06/17) besok. Laga yang akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung ini dinilai Djajang Nurdjaman tidak akan mudah bagi Persib Bandung.
Pasalnya menurut pelatih Maung Bandung tersebut, Pesut Etam sudah pasti memiliki strategi lain untuk bisa menahan keinginan Persib dalam laga nanti. Terlebih selama ini PBFC memiliki pertahanan yang cukup solid.
Terbukti, PBFC baru kebobolan satu gol selama mengarungi Piala Presiden 2017. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi kubu Persib Bandung kata pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut.
"Orang bilang ini gampang. Padahal tidak. Karena kalau ingin lolos harus kerja keras kerahkan semua kemampuan karena saya yakin PBFC sudah siap agar tidak kemasukkan," ujar Djanur.
Aksi Febri Hariyadi saat bersua PBFC di laga perdana semifinal Piala Presiden 2017.Selain itu, lanjutnya, PBFC juga masih memiliki stok pemain andalan yang belum diturunkan di Piala Presiden 2017. Bahkan pada leg pertama babak semifinal Piala Presiden 2017 yang digelar di Stadion Segiri Samarinda, Kamis (02/03/17) lalu, PBFC baru menurunkan Diego Michels.
"Ada juga Reinaldo Elias yang memiliki postur tinggi. Di belakangnya ada Patrich Wanggai. Itu dua pemain yang cetak gol ke gawang kita," katanya.
Djanur berkata bahwa kubunya juga akan mengantisipasi bola mati di leg kedua nanti. Pasalnya, 2 gol yang bersarang di gawang Persib pada leg pertama bermula pada sebuah tendangan bebas.
"Semuanya harus kita antisipasi karena mereka main dengan mengandalkan bola mati dengan target man dua pemain tadi (Reinaldo dan Wanggai), ditambah ada Asri Akbar yang pintar alur permainan bola panjang," tuturnya.
Djajang Nurdjaman tidak akan mengulangi kesalahan pada leg kedua semifinal Piala Presiden 2017.Untuk itu, Djanur berharap dengan segala upaya yang telah dilakukan selama ini hasil positif bisa didapatkan dan bisa memenangkan pertandingan hingga menembus babak final.
"Mudah-mudahan penampilan kami tidak seburuk di Samarinda. Karena itu luar biasa buruknya harus kami akui. Sehingga kami main kalang kabut hadapi PBFC, dan pemain juga berjanji untuk main pintar dan all out tanpa kepintaran akan percuma saja," pungkasnya