Semen Padang merasa sangat terpukul dalam menyikapi kekalahan dramatis dari lawannya Arema FC. Tim berjuluk Kabau Sirah harus menyerah melalui balasan lima gol Arema FC hingga agregat gol berbalik 5-3, padahal unggul dua gol lebih dulu, Senin (06/03/17).
Kekecewaan itu tampak dari raut muka perwakilan tim Semen Padang dalam sesi konferensi pers di Stadion Kanjuruhan Malang seusai peluit panjang.
"Kami kecewa dengan hasil pertandingan ini," kata Handi Ramdan membuka pernyataan.
Bek tengah Semen Padang itu juga mengkritisi kinerja Wasit Nusur Fadilah yang dianggapnya berat sebelah. Dikatakannya, banyak keputusan pengadil lapangan hijau asal Bekasi itu merugikan timnya.
"Bisa dilihat di babak kedua. Beberapa keputusannya kami kira kurang tepat," jelasnya.
Meski begitu, Nilmaizar enggan memaparkan kinerja wasit. Baginya, sebuah kekalahan patut diterima dengan tidak perlu menunjuk korps baju hitam sebagai kambing hitam.
"Tidak bagus kalau saya komentar tentang wasit. Karena, kedua tim sudah menampilkan permainan terbaik di lapangan. Jadi, jangan dinodai," kata pelatih Semen Padang itu.
Dengan raut muka tanpa semangat, Nil kemudian menyebut timnya sudah bermain sangat baik. Ia pun menegaskan jika tidak ada kesalahan strategi pasca unggul dua lebih dulu di awal pertandingan melalui lesakan Marcel Silva Sacramento dan Vendry Mofu.
"Sepakbola itu penuh dengan logika. Jadi ketika ada yang tidak pas tentu harus segera diperbaiki," ujar Nil Maizar menuturkan proses dua gol balasan Arema FC hingga turun minum.
"Yang penting, tim kami sudah berusaha maksimal, tapi hasilnya saja belum sesuai harapan," pungkasnya.