On This Day

On This Day: Lahirnya Juru Racik Anyar Timnas, Luis Milla

Minggu, 12 Maret 2017 14:53 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto
© Grafis: Eli Suhaeli/Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pelatih Timnas Indonesia U-22 dan Senior, Luis Milla, berulang tahun pada hari ini. Copyright: © Grafis: Eli Suhaeli/Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pelatih Timnas Indonesia U-22 dan Senior, Luis Milla, berulang tahun pada hari ini.

Siapa yang tak mengenal nama Luis Milla. Nama Luis Milla dalam beberapa bulan belakangan ini semakin hangat dibicarakan para pencinta sepakbola nasional.

Maklum, Luis Milla merupakan pelatih anyar Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 dan Senior. Ia ditunjuk Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai juru racik formasi Skuat Garuda pada pertengahan Januari 2017 lalu.

Hari ini, Minggu (12/03/17), sang arsitek Timnas tersebut merayakan hari ulang tahunnya yang ke-51. Luis Milla lahir pada tanggal 12 Maret 1966.

Info Grafis Luis Milla.

Perjalanan Karier Luis Milla sebagai Pesepakbola

Luis Milla memulai karier sepakbolanya sebagai pemain akademi Barcelona di umur 17 pada tahun 1983. Padahal, Luis Milla sejak kecil tidak bercita-cita menjadi pemain sepakbola.

"Saya punya cita-cita yang lain (bukan pesepakbola profesional) ketika kecil. Cita-cita saya sejak kecil menjadi kartunis," ungkap Milla, dikutip dari blogdelrealmadrid.com, sebuah situs resmi Madrid yang khusus isinya wawancara pemain El Real dari masa lampau hingga saat ini. 

Dua tahun menimba di akademi Barcelona, Milla akhirnya resmi naik level ke tim senior B pada tahun 1985. Posisinya ketika itu sebagai gelandang bertahan.

Di tahun yang sama, ia mulai dipercaya untuk masuk ke tim senior Barcelona. Gelandang bertahan itu akhirnya dapat mempersembahkan banyak gelar untuk Blaugrana, yakni Piala UEFA Cup Winners Cup (1988/89), La Liga (1984/85), Copa del Rey (1989/90). Total, ia mencetak dua gol dari 68 penampilan bersama Blaugrana selama lima tahun.

Luis Milla akhirnya resmi hengkang pada tahun 1990. Tak tanggung-tanggung, ia hengkang ke klub rival abadi Blaugrana, Real Madrid. Posisinya di Barcelona digantikan Pep Guardiola. Kepindahannya ke Madrid kala itu disebabkan gaji yang diinginkan Milla tidak disetujui pelatih Barcelona, Johan Cruyff.

Luis Milla saat menjadi pemain Barcelona dan Real Madrid.

"Di Barca, saya telah banyak berlatih, baik secara personal maupun sebagai pemain bola. Di Madrid, saya diperlakukan baik adanya. Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk klub yang saya bela, di mana pun itu," ungkap Milla, dikutip dari alejandrogaitan.wordpress.com, sebuah blog wartawan sepakbola Spanyol.

Petualangannya bersama Madrid selama tujuh tahun membuahkan hasil sangat gemilang. Ia mengantarkan Madrid menjuarai Copa del Rey (1998/99), Piala Super Spanyol (1999), dan UEFA Intertoto Cup (1998). Total, Luis Milla mempersembahkan dua gol dari 117 penampilan.

Luis Milla akhirnya resmi hengkang dari Real Madrid pada tahun 1997. Ia pindah ke Valencia karena dibujuk teman dekatnya. Salah satunya adalah legenda Timnas Spanyol dan Valencia, Gaizka Mendieta.

"Saya beruntung pindah ke Valencia. Selain karena keempat teman saya (Piojo Lopez, Mendieta, Farinos, Gerard Lopez), Valencia adalah kota yang bagus. Saya beruntung mengakhiri karier di sini, karena keluarga saya juga menyukai kota Valencia," ungkap Milla, dikutip dari alejandrogaitan.wordpress.com.

Di Valencia, akhirnya Luis Milla menyatakan pensiun sebagai pesepakbola profesional. Ia kemudian banting stir menjadi pelatih.

Luis Milla saat memperkuat Valencia dan Real Madrid.

Karier Luis Milla sebagai Pelatih

Luis Milla memulai karier kepelatihannya kala membesut Getafe sebagai asisten pelatih Michael Laudrup pada tahun 2008.

Selanjutnya, ia dipercaya Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) membesut Timnas U-19 Negeri Matador pada tahun 2008-2010. Ia kemudian membesut Timnas Spanyol U-20 pada tahun 2010.

Luis Milla akhirnya meraih suksesnya sebagai pelatih kala mengantarkan Timnas Spanyol U-21 menjadi juara Euro U-21 pada tahun 2011. Polesan suami Marisa Manzanares tersebut berhasil melahirkan nama-nama beken pesepakbola dunia saat ini, seperti David de Gea, Juan Mata, Thiago Alcantara, Javi Martinez, dan Bojan Krkic yang juga memperkuat Timnas Spanyol U-21 saat menjadi juara Euro U-21 tahun 2011.

Skuat Timnas Spanyol U-21 asuhan Luis Milla kala menjadi juara Euro U-21.

Sukses bersama Timnas Spanyol U-21, ia ditunjuk membesut U-23 untuk ajang Olimpiade London 2012. Sayang, ia gagal membawa Spanyol U-23 meraih medali emas usai gagal lolos penyisihan Grup D.

La Furia Roja junior kalah bersaing dengan Jepang dan Honduras. Luis Milla pun akhirnya dipecat.

Luis Milla selanjutnya menjadi pelatih klub asal Uni Emirate Arab, Al Jazira. Ia melatih Al Jazira hanya selama beberapa bulan, yakni Februari hingga Oktober 2013.

Setelah itu, Luis Milla melanjutkan pertualangannya ke klub Divisi Dua Liga Spanyol (Segunda Division), CD Lugo pada tahun 2015. Lalu pindah ke Real Zaragoza pada tahun 2016. Ia dipecat manajemen Zaragoza karena penampilan buruk tim saat menjalani beberapa pertandingan Segunda Division.

Luis Milla saat diperkenalkan menjadi pelatih Timnas Indonesia U-22 dan Senior.

Mencoba Meraih Mimpi bersama Timnas Indonesia

Luis Milla akhirnya jatuh ke pelukan Timnas Indonesia. PSSI mendapuk Luis Milla sebagai pelatih Timnas U-22 dan Senior.

Milla kini memiliki tanggung jawab yang besar bersama Skuat Garuda. Ia diminta untuk meningkatkan prestasi Timnas di level internasional. Pria berumur 51 tahun itu juga diminta untuk ikut andil mengembangkan bakat-bakat muda pemain Indonesia.

Luis Milla saat memimpin seleksi Timnas Indonesia U-22.

Luis Milla sudah mulai bekerja bersama Timnas U-22. Ia sudah melaksanakan seleksi Timnas U-22 dengan tiga tahap. Hampir ada 41 pemain yang dipanggilnya untuk mengikuti tiga seleksi di lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang, pertengahan Februari hingga awal Maret 2017.

Terdekat, Luis Milla akan menentukan 25 pemain yang bakal mengikuti pemusatan latihan jangka panjang Timnas U-22. Ia berencana membawa anak-anak asuhnya nanti melakoni laga uji coba dan menggelar pemusatan latihan di Spanyol.

Luis Milla saat memimpin seleksi Timnas Indonesia U-22.

Pekerjaan rumah terdekatnya adalah membawa Timnas U-22 meraih medali emas di ajang SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia, akhir Agustus mendatang.

Semoga saja Luis Milla dapat mewujudkan mimpi para pencinta sepakbola Tanah Air melihat Skuat Garuda berprestasi di kancah internasional.

Luis Milla saat memimpin seleksi tahap kedua Timnas Indonesia U-22.

Selamat bekerja dan selamat ulang tahun Luis Milla. Semoga sukses membawa Timnas Indonesia U-22 dan Senior meraih gelar juara.

2.5K