Ketua Umum merangkap Presiden Persija Jakarta, Ferry Paulus secara resmi memperkenalkan investor baru Macan Kemayoran. Mantan CEO Bhayangkara FC, Gede Widiade, akan menjadi rekan maut Ferry dalam mengelola Persija.
Pemberitaan soal akusisi Persija atapun pembelian saham Macan Kemayoran oleh investor gila bola selama beberapa pekan terakhir menjadi kenyataan.
Ferry Paulus tak malu-malu untuk memperkenalkan Gede Widiade sebagai investor Persija di depan awak media. Ferry menjelaskan bahwa Gede sudah menggelontorkan uang yang tak sedikit untuk mengakusisi saham milik pria asal Manado itu. Ferry menyebut, tak kurang dari Rp30 milyar terkuras dari kantong Gede.
Namun, pembelian saham Persija oleh Gede tak menggeser begitu saja posisi Ferry sebagai presiden klub. Tongkat estafet akan diberikan kepada Gede, namun Ferry tetap akan menjadi duet mantan CEO Bhayangkara FC itu sebagai ujung tombak pengelolaan Persija.
"Selamat Pak Gede jadi kapten yang baru, mudah-mudahan, bisa mengantar trofi dan juara di tangan Pak Gede. I pass the ball. Terima kasih," sambut Ferry yang ditunjukkan kepada investor baru Persija, Gede Widiade.
"Pak Ferry sudah kasih bola ke saya. I take a challenge. I promise, I do the best," balas Gede berusaha memenuhi tantangan dari Ferry Paulus.
Dengan masuknya Gede ke Persija, dapat membuka peluang kepada investor-investor selanjutnya yang ingin menanam saham di klub ibu kota.
"Program restrukturisasi yang kita lakukan, tidak terpusat di saya. Tapi ada banyak orang. Bisa jadi beberapa orang akan mengikuti langkah Pak Gede. Namun butuh waktu beberapa tahun," jelas pria berusia 52 tahun itu.
Restrukturisasi yang dimaksud Ferry adalah soal pembagian tugas. Di masa mendatang kepemimpinan di Persija bakal berubah secara fundamental.
"Ke depan, Persija bukan hanya milik saya. Bakal banyak Gede-Gede yang lain datang ke Persija," tukas Ferry.