Penyerang asal Italia ini merasa geram dengan sejumlah media di Prancis yang ia anggap memberikan kabar tentang dirinya yang buruk, serta dirinya yang mendapat tindakan rasis di negara yang identik dengan Menara Eiffel tersebut.
Hal tersebut membuat Balotelli meminta agar para wartawan di Prancis untuk tidak lagi memberikan sejumlah pertanyaan kepadanya alias dirinya enggan diwawancara lagi.
Eks penyerang AC Milan dan Manchester City ini tentu tidak ingin dirinya kembali mendapat pemberitaan yang buruk. Lebih lanjut, ia juga membandingkan antara pemberitaan dirinya dengan striker PSG, Edinson Cavani yang dinilai sering mendapat berita positif.
“Saya serius, jangan meminta saya untuk wawancara lagi! Sosok Balotelli itu bukan mainan, tetapi manusia. Banyak berita yang benar-benar tidak nyata dan berasal dari cerita kebodohan yang mengganggu saya, kalian sungguh konyol,” keluh Balotelli kepada RMC Radio.
Mario Balotelli, merasa kesal dengan sejumlah media di Prancis.“Semua koran bisa membahas tentang Cavani, dia memang pemain luar biasa dan saya menghormatinya sebagai pencetak gol terbanyak. Tetapi di Prancis, saya begitu dibuat fenomenal. Tolong jangan wawancara saya lagi,” tambahnya.
Mario Balotelli didatangkan Nice dari Liverpool pada musim panas kemarin. Pada awal kedatangannya, Balo mampu membuktikan jika dirinya masih tajam di lini depan.
Sayangnya, terkadang perilakunya di luar lapangan yang memang penuh sensasional ini membuatnya kerap mendapat pemberitaan kurang baik dari berbagai media internasional.
Namun seperti yang dikatakan Balotelli sendiri, dirinya masih merupakan manusia yang memiliki hati. Tidak heran pastinya ia merasa kecewa saat mendapat pemberitaan yang buruk tentang nama baiknya.