Pesepakbola asal Swiss, Granit Xhaka disebut sebagai korban kekejaman wasit oleh sang pelatih, Arsene Wenger. Menurutnya, jumlah kartu yang didapat oleh Xhaka terkesan tak adil. Ia merasa bahwa rekam jejak pesepakbola berusia 24 tahun itu di Bundesliga Jerman menjadi acuan permainan kasar dari pandangan wasit.
Musim 2016/17 ini, mantan pemain Borussia Monchengladbach itu telah mendapatkan 8 kartu kuning dan 2 kartu merah secara langsung bersama Arsenal, mengambil data yang didapat dari Transfermarkt. Rinciannya adalah 3 kartu kuning di Liga Primer Inggris, 3 kartu kuning di Liga Champions, dan 2 kartu kuning di Piala FA.
Granit Xhaka saat ini telah mengumpulkan 8 kartu kuning dan 2 kartu merah bersama Arsenal.Sedangkan 2 kartu merah yang didapatkan oleh Xhaka adalah saat dirinya bermain di Liga Primer Inggris ketika melawan Swansea (15/10/16) dan Burnley (22/01/17).
"Ia merupakan korban dari reputasinya di masa lalu. Anda dapat melihat beberapa pemain melakukan tekel yang lebih keras daripada dirinya, namun tidak mendapatkan kartu kuning ataupun merah. Namun, jika Xhaka yang melakukan tekel, ia langsung diberikan kartu merah karena rekam jejaknya ketika bermain di Jerman," ungkap Wenger, dikutip dari Metro.
Arsene Wenger menilai bahwa pemberian kartu kepada pemainnya, Granit Xhaka merujuk pada rekam jejaknya di Bundesliga."Ia pada dasarnya tidak ingin mencederai atau melukai orang lain. Saat ini memang ia tidak menguasai teknik tekel secara baik, namun dirinya terus berkembang dari hari ke hari setelah ia bergabung bersama kami," tambah pelatih asal Prancis tersebut.
Sebelumnya, selama bermain di Bundesliga Jerman bersama Borussia Monchengladbach (2012-2016), pesepakbola kelahiran 27 September 1992 itu telah mengumpulkan 35 kartu kuning, 5 kartu merah secara tak langsung, dan 1 kartu merah secara langsung.