Liga 2

Timnya Disebut Banci, Pelatih PSIS Ganti Sindir Iwan Setiawan

Kamis, 23 Maret 2017 02:16 WIB
Kontributor: Ghozi El Fitra | Editor: Tengku Sufiyanto
© GINANJAR/INDOSPORT
Pelatih PSIS Semarang, Subangkit. Copyright: © GINANJAR/INDOSPORT
Pelatih PSIS Semarang, Subangkit.

Ucapan Iwan Setiawan yang menyebut PSIS Semarang merupakan tim banci jadi berbuntut panjang. Setelah sebelumnya Yoyok Sukawi (CEO PSIS) angkat bicara, kini giliran Subangkit (Pelatih PSIS) yang ganti menyindir Iwan Setiawan.

Subangkit mengatakan, ucapan yang dilontarkan Iwan Setiawan pada Minggu lalu sangatlah tidak pantas. Menurutnya, ucapan itu bisa memicu hal yang tidak baik antara kedua tim. Apapun yang terjadi dalam pertandingan kemarin seharusnya tidak sampai keluar kata-kata seperti itu.

Lanjut Subangkit, dirinya menilai sindiran Iwan Setiawan kepada PSIS adalah bukti bahwa mantan pelatih Persija Jakarta tersebut tidak dapat meramu tim. Iwan Setiawan tidak bisa mengkondisikan anak-anak asuhnya untuk membongkar lini pertahanan PSIS.

"Ini jelas ketidakmampuan Iwan dalam meramu pemain. Apa yang kita mainkan kemarin itu bagian dari strategi, jadi tidak ada skema parkir bus," kata Subangkit.

Pelatih Persebaya Surabaya, Iwan Setiawan.

Sebelumnya, Iwan Setiawan mengomentari strategi PSIS kala berjumpa Persebaya Surabaya dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, 19 Maret 2017 lalu. Pelatih Persebaya itu menilai PSIS bermain dengan strategi parkir bus atau negatif football.

"PSIS saya pikir bermain seperti banci, mereka menumpuk banyak pemain di belakang, kami menyerang tetapi mereka seperti tidak ingin menang. Namun, dari laga ini saya mendapatkan pelajaran bagaimana seharusnya melawan tim dengan tipikal seperti ini jika nanti di Liga 2," kata Iwan.

Dalam pertandingan tersebut, Persebaya berhasil menang dengan skor 1-0 atas PSIS melalui gol yang dilesakkan Rahmat Irianto lewat tendangan penalti pada menit ke-86. Kemenangan itu sekaligus membalas kekalahan 0-1 tim Bajul Ijo dari Mahesa Jenar pada pertemuan pertama di Stadion Jatidiri, Semarang, 12 Maret 2017 lalu.

458