Kegagalan tim sepakbola Jawa Timur lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Barat, mendapat evaluasi dari pengurus baru Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur yang terpilih.
Ketua Umum Asprov PSSI Jatim terpilih, Ahmad Riyadh bakal dihadapkan pada masalah dan tantangan yang berat. Kepengurusan Jatim Periode 2017-2021 yang baru terpilih pada kongres Sabtu (25/03/17) harus bisa memenuhi harapan publik Jawa Timur.
Riyad berjanji bakal membenahi sepakbola Jawa Timur. Menurutnya, kesuksesan pengurus Asprov dilihat dari keberhasilan meraih emas di cabang sepakbola.
“Saya ingin sepakbola Jawa Timur jadi perekat persaudaraan. Untuk saat ini yang di depan mata adalah pembenahan prestasi di PON,” ujar Riyadh.
"Kemarin kita gagal lolos PON 2016 karena faktor intern. Nantinya harus lebih disiplin lagi, dan nantinya saya juga akan memberlakukan lisensi pelatih bagi para guru olahraga untuk peningkatan mutu SDM sepakbola Jatim juga," lanjut pria yang saat ini masih menjadi Ketua Askab PSSI Sidoarjo.
Sementara itu, mantan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti menyebutkan proses yang dilakukan PSSI Jatim sejatinya sudah benar. Namun dia melihat dari hasil tersebut perlu adanya suatu sistem yang harus diperbaiki.
"Saya mendukung Riyadh, karena memiliki track record membina tim mulai dari bawah hingga menjadi baik. Potensinya dia juga bagus," kata La Nyalla yang hadir mewakili KONI Jatim.
Hal senada juga dilontarkan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Pria yang kerap disapa Gus Ipul ini meminta PSSI Jatim untuk fokus membina klub-klub amatir agar muncul bibit pemain muda berbakat.
"Kita harus evaluasi, saya masih minta KONI mengevaluasi apa recruitment-nya yang salah, atau latihannya, apa mungkin gizinya. Itu harus dievaluasi, untuk sekarang saya belum bisa memastikan," kata Gus Ipul singkat.
Pada kepengurusan PSSI Jatim periode 2017-2021, Riyadh akan bekerja bersama dengan dr Wardi Azhari Siagian sebagai Wakil Ketua PSSI Jatim. Sedangkan untuk posisi Exco terpilih 7 anggota yakni Hadi Tugur, Cholid Goromah, Akhmad Munir, Thoriq, Chalid Abu Bakar, M. Farid dan Rita Triana.