Regulasi baru PSSI yang hanya membolehkan sebuah klub mengontrak dua pemain di atas 35 tahun, serta mewajibkan setiap klub untuk memainkan tiga pemain U-23 selama 45 menit pertandingan kembali menuai kritik dari para pemain, Rabu (05/04/17).
Bek kanan Persiba Balikpapan, Iqbal Samad menilai bahwa regulasi PSSI itu sebagai sebuah aturan yang konyol, karena berpotensi mematikan karier pemain lebih cepat. Bekas pemain PSM Makassar dan Bontang FC itu mendesak agar PSSI merevisi kembali aturan tersebut.
“Kasihan pemain senior kualitasnya tidak dilihat lagi sekarang, karena adanya regulasi itu. Harusnya regulasi itu ditinjau lagi, pemain senior sekarang nasibnya kasihan,” ujar Iqbal.
“Regulasi itu membuat pemain-pemain senior tidak dipakai dalam tim dan sudah banyak korban, banyak pemain yang harus gantung sepatu, bukan karena kualitas mereka menurun,” lanjutnya.
Bek kanan Persiba Balikpapan, Iqbal Samad.Pemain berdarah Makasar itu mengungkapkan, harusnya regulasi PSSI tidak mengorbankan pemain-pemain senior. Hanya karena ingin melakukan pembinaan pemain muda.
“Regulasi itu harusnya tidak mengorbankan pemain senior, tapi ini justru membuta pemain-pemain senior menjadi terbatas, padahal kami juga punya kualitas,” sesal Iqbal.
Menurutnya, jika ingin melakukan pembinaan pemain muda, harusnya PSSI membentuk kompetisi U-21 seperti musim-musim sebelumnya.
“Jadi memang saya rasa harusnya PSSI membentuk kompetisi sendiri untuk pemain U-21 kan itu sudah ada, sebelumnya,” ujarnya.
Akibat regulasi itu Iqbal pun tersingkir dari skuat utama Beruang Madu dan memulai dari bangku cadangan. Padahal musim-musim sebelumnya, Iqbal selalu masuk tim inti.
Sementara kata dia, untuk tetap menjaga peforma, pemain harus terus bermain. Karena sangat berbeda ketika tampil di latihan maupun uji coba dengan pertandingan sesungguhnya.
“Jadi memang pemain harus tampil terus setiap pertandingan, begitu juga pemain senior, untuk tetap menjaga peformanya di lapangan. Walaupun di latihan kita sering main, tapi kalau di pertandingan jarang tampil maka akan beda. Karena suasana pertandingan dan latihan itu beda,” terangnya.
Situasi itu pun membuat Iqbal tak punya pilihan, selain legowo. Karena pelatih Persiba, Timo Scheunemann terpaksa harus memainkan pemain U-23 sesuai regulasi.
“Saya harus legowo dengan kebutuhan tim, dan ikuti keputusan pelatih dan tetap siap kapan pun diturunkan. Meski secara pribadi saya sangat kecewa,” tandasnya.