Profil Tim:
Mitra Kukar saat ini terus melakukan pembenahan di berbagai posisi yang dianggap masih kurang, jelang mengarungi Liga 1. Teranyar tim Naga Mekes kembali merekrut mantan pemainnya, Seftia Hadi dari Semen Padang. Hal itu dilakukan untuk melapis Dedi Gusmawan yang harus beristirahat lama akibat cedera.
Hasil di Piala Presiden 2017 lalu menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih Jafri Sastra. Hingga saat ini Mitra Kukar dikabarkan terus berburu striker haus gol untuk menjadi senjata pembunuh. Jafri Sastra pernah menegaskan, ia ingin ada pemain asing yang wajib menyatu dengan tim dalam waktu dekat layaknya Patrick Cruz pada Piala Jenderal Sudirman 2015 lalu.
Kembalinya 'Si Anak Hilang' Zulham Zamrun menjadi salah satu opsi yang cukup baik untuk membantu barisan penyerang. Kecepatan dan akselerasi Zulham diharapkan bisa membuat rekannya yang lain lebih leluasa bergerak dan menciptakan peluang.
Lini tengah Mitra Kukar juga terbilang cuklup mumpuni dengan dihuni oleh sejumlah pemain potensial dengan umur yang relatif muda. Sebut saja Bayu Pradana, Anindito Wahyu, Dhika Pratama dan lainnya yang akan ditopang gelandang sarat pengalaman asal Korea Selatan, In-kyun Oh.
Namun, banyaknya pemain yang hengkang yang pernah menjadi andalan Mitra Kukar, nampaknya menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Jafri Sastra. Pelatih 51 tahun tersebut harus bisa memaksimalkan skuat yang ada, yang notabene dihuni oleh pemain muda.
Para pemain Mitra Kukar saat hadapi PSS Sleman di ajang Piala Presiden 2017.Pemain Masuk: Jorge Gontor (CD Eldense), Zulham Zamrun (Persib Bandung), In Kyun OH (Persegres Gresik), Seftia Hadi (Semen Padang).
Pemain Keluar: Asri Akbar, Michael Orah (Pusamania Borneo FC), Arthur Cunha (Arema FC), Marlon da Silva, Shahar Ginanjar (Barito Putera).
Pelatih: Jafri Sastra
Jafri Sastra.Jafri Sastra bukanlah orang baru di Mitra Kukar. Sentuhan tangan dinginnya mampu memberikan gelar juara Piala Jenderal Sudirman 2015 lalu.
Sempat melatih Persipura Jayapura di putaran pertama Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, Jafri Sastra rupanya kembali berjodoh dengan Mitra Kukar dan dipercaya untuk membesut tim asal Kalimantan Timur tersebut di putaran kedua TSC 2016 lalu.
Ia juga dikenal mampu melahirkan pemain muda, sebut saja Bayu Pradana, Anindito Wahyu, dan lainnya yang kemudian menjadi tulang punggung Naga Mekes.
Penerapan regulasi pemain muda pada Liga 1 nanti, di mana klub harus memainkan 3 pemain U-23 sebagai starter disebut Jafri Sastra sebagai tantangan baru bagi dirinya.
Namun, pelatih berlisensi A AFC tersebut menegaskan bahwa pemain muda timnya tidak boleh manja meski diuntungkan regulasi. Karenanya Jafri Sastra meminta pemain muda Mitra Kukar menunjukkan kepantasan mengisi starter.
Player to Watch: Zulham Zamrun
Zulham Zamrun.Kehadiran Zulham Zamrun di Mitra Kukar pada musim ini tentu menjadi sorotan bagi pendukung setia klub maupun pencinta sepakbola nasional. Sosok Zulham memang bukan orang baru di tim Naga Mekes.
Sebelum pindah ke Persipura Jayapura dan Persib Bandung, Zulham merupakan idola masyarakat Tenggarong. Akselerasinya di sisi kanan maupun kiri selalu saja merepotkan pertahanan lawan. Ia juga dikenal sebagai pengumpan dan kerap menjadi pemecah kebuntuan tim kala mengenakan seragam Mitra Kukar di periode 2011-2014 lalu.
Nama Zulham juga mulai bersinar kala membela Mitra Kukar hingga akhirnya Persipura dan Persib kemudian ikut kepincut. Bersama Persib, karier Zulham bisa dibilang mencapai puncaknya kala menjuarai Piala Presiden 2015 lalu, di mana menjadi top skor sekaligus pemain terbaik pada turnamen tersebut.
Cedera panjang yang dialaminya pada 2016 sempat membuat kariernya sedikit meredup. Begitu pun di Piala AFF 2016 saat dipercaya menjadi bagian skuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia, di mana penampilan Zulham dinilai tidak sesuai ekspektasi penggemar.
Kini bersama Mitra Kukar, Zulham berusaha kembali membangun kepingan yang hilang dan mengembalikan sentuhan terbaiknya. Pengalaman Zulham yang sudah malang melintang dan mengecap pertandingan internasional diharapkan menular kepada pemain muda seperti Anindito Wahyu, Dhika Pratama, Yogi Rahadian, Septian Maulana, dan lainnya.
Prediksi:
Dengan skuat yang merupakan perpaduan pemain berpengalaman dan pemain muda, Mitra Kukar diprediksi menjadi salah satu tim kuda hitam dan penuh kejutan.
Masuk peringkat 10 besar hingga merangsek ke posisi lima besar bukan hal yang tidak mungkin bagi tim Naga Mekes. Namun satu hal yang pasti, skuat asuhan Jafri Sastra tersebut harus terus tampil konsisten di tiap pertandingan Liga 1.
Didukung manajemen yang sehat, pelatih Jafri Sastra diberikan keleluasaan untuk mencari pemain terbaik. Belakangan, Presiden Mitra Kukar, Endri Erawan mengisyaratkan akan mendatangkan pemain bintang ke Stadion Aji Imbut. Hal itu tentu akan menambah kekuatan tim Naga Mekes untuk bersaing di Liga 1.