Pulau Dewata Bali belakangan ini tidak hanya identik dengan pariwisatanya saja. Pasalnya, saat ini sebuah klub sepakbola bernama Bali United juga menjadi bagian penting bagi warga Bali.
Bali United yang awalnya merupakan klub sepakbola bernama Persisam Putra Samarinda, kini menjadi kebangkitan sepakbola di Bali. Nama Bali United juga telah menghiasi lembaran perjalanan sepakbola di Tanah Air dalam dua tahun belakangan ini.
Klub yang dimiliki oleh Yabes Tanuri ini makin mencuat namanya saat pihak klub meminang mantan pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri pada 2015 lalu. Menjadi satu-satunya tim yang berani mengontrak seorang pelatih dengan durasi selama 5 tahun, membuat Bali United dinilai sebagai klub yang sangat serius dan memiliki rencana panjang untuk tim.
Tak hanya itu, Stadion Kapten I Wayan Dipta pun direnovasi menjadi cukup megah untuk beberapa turnamen dan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu.
Bermodalkan manajemen yang sehat, Bali United tampaknya sangat siap untuk menghadapi kompetisi Liga 1 15 April 2017 mendatang. Dengan pengelolaan klub yang baik, profesional, dan finansial kuat, Bali United bisa menjadi tim besar dalam beberapa tahun ke depan.
Pelatih: Hans Peter Schaller
Hans Peter Schaller (Bali United FC).Hans Peter Schaller ditunjuk oleh Bali United untuk menggantikan sosok Indra Sjafri yang dipanggil oleh PSSI untuk menangani Timnas Indonesia U-19 pada awal tahun 2017. Penunjukkan pelatih asal Australia tersebut dianggap cukup tepat dan diharapkan bisa membawa Fadil Sausu dkk meraih prestasi cemerlang.
Namun melanjutkan tim yang telah dibentuk oleh pelatih sebelumnya, mantan asisten Alfred Riedl di Timnas Indonesia bukan tidak tanpa masalah. Cara pandangan melatih dan perbedaan taktikal tampaknya membuat Hans Peter harus beradaptasi lebih dengan para pemainnya. Hal ini bisa dilihat dengan pencapaian buruk Bali United di Piala Presiden 2017 lalu.
Skema 4-4-3 yang selama ini kental dimainkan Bali United bersama Indra Sjafri juga perlahan diubah oleh Hans Peter dengan formasi 4-4-2 ala Eropa. Diberbagai kesempatan, Hans mengaku ingin memfokuskan lini pertahanan Bali United yang dianggap berbagai kalangan sebagai titik lemah. Maka dari itu, sejak ia menangani tim, metode transisi dari menyerang ke bertahan menjadi menu wajib latihan bagi Bali United.
Dengan tim yang sudah terbentuk, tidak ada jalan lain bagi Hans Peter untuk memaksimalkan pemain yang ada untuk berlaga di kompetisi resmi mendatang.
Berhasil menjadi juara di turnamen Trofeo Bali Island Cup 2017, serta berhasil mengalahkan tim berbaur bintang Persib Bandung pada laga uji coba, menjadi modal berharga bagi Hans Peter untuk menjadikan Bali United salah satu tim yang harus diperhitungkan oleh klub-klub peserta Liga 1.
Player to watch: Irfan Bachdim
Irfan Bachdim (Bali United FC).Nama Irfan Bachdim diprediksi akan menjadi pemain yang mencuat di kubu Bali United. Sepak terjang mantan striker Chonoburi FC ini pun dinilai sudah tidak diragukan lagi terutama dengan Timnas Indonesia.
Meski belum terlihat betul penampilannya bersama Bali United, pemain yang gagal berlaga di Piala AFF 2016 tersebut tampaknya cukup mengenal atmosfer dan iklim sepakbola Indonesia. Tentu hal ini menjadi keuntungan Irfan Bachdim untuk memberikan kontribusi nyata kepada klubnya sepanjang Liga 1 nanti.
Keputusan Irfan Bachdim saat memilih Bali United dibandingkan dua klub besar yakni Arema FC dan Persib Bandung sebagai klubnya juga membawa dampak positif lain. Menjadi idola baru di Pulau Dewata akan membawa pengaruh positif agar para suporter mau berbondong-bondong datang ke stadion untuk memberikan dukungan kepada Bali United.
Prediksi:
Bali United diprediksi hanya mampu bersaing di papan tengah dari 18 klub yang akan bersaing di Liga 1 nanti.
Namun jika pelatih Hans Peter Schaller bisa segera memperbaiki kinerja lini belakang Bali United yang dianggap titik lemah, bukan tidak mungkin Serdadu Tridatu bisa bersaing di papan atas Liga 1.
Bermodalkan pemain seperti I Gede Sukadana, Fadil Sausu, Yabes Roni, Irfan Bachdim, hingga Sylvano Dominique Comvalius, Bali United bisa menjadi ancaman bagi tim-tim besar apalagi jika bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Skuat Sementara:
Kiper: Moch Diky Indriyana, Wawan Hendrawan, I Putu Pager Wirajaya, I Kadek Wardana, Alfonsius Kelvan.
Belakang: Agus Nova Wiantara, Ahn Byung-keon, A. A. Ngurah Wahyu Trisnajaya, Abdul Rahman Sulaiman, Dias Angga Putra, I Made Andhika Pradana Wijaya, Ricky Fajrin Saputra, Mahdi Fahri Albaar, Felisianus Junius Bate, Hasim Kipuw, Amrun Mubarok.
Tengah: I Nyoman Adi Parwa, I Gede Sukadana, Syakir Sulaiman, Fadil Sausu, Muhammad Taufiq, Marcos Flores, Samsul Muhidin Pelu, Azka Fauzi Wibowo, Miftahul Hamdi, Jackson Tiwu, Yabes Roni Malaifani.
Depan: Martinus Novianto, I Nyoman Sukarja, Irfan Haarys Bachdim, I Made Adi Wirahadi, Sylvano Dominique Comvalius, Yandi Sofyan Munawar.
Penulis: Herry Ibrahim