Bhayangkara FC siap menatap Gojek Traveloka Liga 1 dengan optimis. Sebanyak 25 pemain pun sudah disiapkan untuk bersaing dalam kasta kompetisi tertinggi di Indonesia. Menariknya, tak ada marquee player dalam skuat tersebut.
Bahkan secara khusus, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meluncurkan tim berjuluk The Great Aligator Senin malam. Dari 25 pemain yang telah disiapkan, Bhayangkara FC terdiri dari 12 anggota Polri, 9 warga sipil, dan 4 pemain asing.
Namun dari 25 pemain Bhayangkara FC tidak ada sosok marque player. Menanggapi hal ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku belum terpikirkan untuk mendatangkan marquee player dalam skuat Bhayangkara FC.
"Untuk marquee player kita memang masih berdiskusi dengan tim. Tapi saat ini kami merupakan tim yang sudah bagus jadi belum bisa memastikan akan mendatangkan atau tidak," ucap Tito, Selasa (11/04/17).
Marquee player tengah menjadi tren di sepakbola Indonesia. Sebut saja Persib Bandung yang mendatangkan bintang Chelsea, Michael Essien, lalu ada Madura United yang mendatangkan Peter Odemwinge, dan PSM Makassar dengan Wiljan Pluim.
Senada dengan Kapolri, Tito Karnavian, pelatih Bahyangkara FC Simon McMenemy juga tak setuju dengan kedatangan marquee player. Pasalnya, pelatih 39 tahun itu menilai keberadaan marquee player dalam klub tak terlalu membantu karena kondisi fisiknya yang sudah menurun.
"Kedatangan marquee player hanya memenuhi harapan suporter yang menginginkannya. Tapi sesungguhnya pemain dengan label tersebut, kondisi kebugarannya sudah jauh menurun," jelas mantan pelatih Timnas Filipina.
Perhelatan Liga 1 tinggal menghitung hari. Roda kompetisi ini bakal segera bergulir pada 15 April mendatang dan dibuka dengan pertandingan Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung.