Ranieri Masih Bingung Kenapa Leicester Memecatnya

Selasa, 11 April 2017 03:44 WIB
Editor:
© Nick Potts/PA Images via Getty Images
Lukisan wajah Claudio Ranieri dan logo Leicester City. Copyright: © Nick Potts/PA Images via Getty Images
Lukisan wajah Claudio Ranieri dan logo Leicester City.

Akhir Februari menjadi bulan yang kelam bagi Claudio Ranieri. Leicester City, klub yang dibawanya menjuarai Liga Primer Inggris musim 2015/16 memecatnya usai rentetan hasil buruk di pentas domestik.

Kabar tersebut sangat mengejutkan karena kontraknya di King Power Stadium sebenarnya masih tersisa sampai tahun 2020 mendatang. Sayang, manajemen klub merasa kecewa karena buruknya penampilan The Foxes di musim ini.

Ranieri lalu menngungkap bahwa ia sudah mengetahui jika Leicester bakal memecatnya di perjalanan pulang ke rumah usai laga melawan Sevilla di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Sempat tersiar kabar bahwa keputusan klub adalah karena ulah sejumlah pemainnya yang meminta agar Ranieri dipecat. Namun eks manajer Chelsea itu membantahnya.

"Tidak, saya tidak percaya jika para pemain saya akan membunuh saya, tidak mungkin," tegas Ranieri.

Meski begitu, ia masih saja bingung kenapa Leicester memecatnya. Ia juga mengaku senang melihat mantan anak asuhnya berlaga dengan sistem yang telah ia ciptakan.

"Saya bertekad membangun sebuah tim dengan taktik ala Italia dan semangat khas Inggris. Saya sangat senang melihat (mantan) pemain saya bermain baik dengan sistem yang saya buat, sampai tiap kali saya menonton mereka, saya bertanya kepada diri sendiri kenapa saya dipecat," ketusnya.

Saat ini, Craig Shakespeare meneruskan perjuangan Jamie Vardy dan kawan-kawan. Sempat meraih lima kemenangan beruntun di semua kompetisi, mereka akhirnya harus menyerah 2-4 dari Everton di laga akhir pekan kemarin.