Persijap Jepara merayakan Hari Ulang Tahun ke-63 pada hari Selasa 11 April 2017. Momentum ulang tahun itu diharapkan akan membawa tim Persijap untuk lebih profesional dalam mengarungi kompetisi Liga Indonesia.
CEO Persijap Jepara, Esti Puji Lestari berharap agar tim yang dikelolanya bisa terus hidup tumbuh dan berkembang serta meraih prestasi di kancah persepakbolaan nasional maupun internasional. Pembinaan untuk para pemain diharapkan juga bisa berjalan lancar, sehingga nantinya menghasilkan pemain-pemain top yang bakal menjadi tulang punggung Indonesia di kompetisi internasional.
Namun Esti mengakui bahwa pekerjaan tersebut tidaklah mudah. Pasalnya skuat yang dipimpinnya baru saja melangkah keluar dari ketergantungan dana APBD setelah lebih dari setengah abad.
"Momentum ulang tahun ini diharapkan membawa Persijap untuk lebih baik lagi, 57 tahun bergantung APBD dan 5 tahun berjalan secara profesional bukanlah hal yang mudah," ucapnya.
Esti menambahkan Untuk mewujudkan cita-cita yang ingin diraih, yang dilakukan oleh manajemen tidaklah mudah. Manajemen harus bisa memadukan antara pembinaan pemain, kompetisi dan juga pengelolaan tim yang solid. Tidak hanya itu saja ketiga aspek itu juga harus didukung dengan aspek non teknis yaitu dari sisi bisnis.
Tidak bisa dipungkiri memang perjalanan sebuah tim dalam mengarungi kompetisi memerlukan uang yang tidak sedikit. Tim harus mengeluarkan gaji untuk kebutuhan operasional tim, membayar gaji pemain, pelatih dan juga manajemen. Jika tidak didukung dan aspek bisnis yang kuat maka perjalanan tim Persijap tidak akan lancar.
CEO Persijap Jepara, Esti Puji Lestari.Untuk itu, Esti meminta para pendukung untuk bisa mendampingi Persijap selama melangkah. Hal ini dinilai Esti sebagai bagian dari penguatan Persijap ke arah yang lebih baik.
"Kami berharap agar para suporter senantiasa untuk terus mendukung langkah yang diambil untuk kepentingan Persijap," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama Esti juga meminta maaf kepada para suporter yang keberatan akan harga tiket yang diterapkan oleh manajemen. Hal itu bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis, namun pendapatan dari tiket pertandingan juga digunakan untuk menopang biata operasional Persijap Jepara.
" Saya berharap semuanya mendukung demi terciptanya sepak bola yang sehat dan profesional," tegasnya.