Persiba Balikpapan memiliki keunikan tersendiri dari tim peserta kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 lainnya. Klub berjuluk Beruang Madu itu melibatkan para mahasiswa Balikpapan di Kota Malang untuk menjadi panitia pelaksana (panpel) pertandingan.
Seperti diketahui, Persiba harus bermain di luar Kota Balikpapan akibat belum rampungnya pembuatan Stadion Batakan, dan digusurnya Stadion Parikesit. Persiba kini bermarkas di Stadion Gajayana, Kota Malang.
“Malang banyak mahasiswa Balikpapan, jadi kita libatkan mereka menjadi Panpel Pertandingan di stadion Gajayana,” ujar sekretaris umum Persiba, Irvan Taufik.
“Kita mau secepatnya Persiba kembali bermain di Balikpapan, tapi kita tunggu Stadion Batakan rampung. Baru Persiba bisa kembali bermain di Balikpapan,” tambahnya.
Stadion Gajayana menjadi kandang sementara Persiba Balikpapan di Liga 1.Sementara hingga kini stadion Batakan masih terus dikebut pembangunannya. Saat ini stadion berkapasitas 40 ribu penonton dan menelan anggaran lebih dari Rp1,3 triliun itu dalam tahap pemeliharaan rumput.
Pemerintah Kota Balikpapan pun berjanji paling lama stadion yang digadang-gadang mirip Emirates Stadium kandang Arsenal itu rampung Juni tahun ini. Hanya saja, masih ada kendala terkait pembangunan fasilitas penunjang.
Khususnya jalan masuk stadion maupun tempat parkir. Sementara untuk pembangunan fasilitas penunjang itu masih membutuhkan mencapai Rp30 miliar. Sementara bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hanya Rp2 miliar.
“Kita masih carikan anggaran untuk jalan masuk dan parkir. Kalau stadionnya itu Juni rampung, saat ini dalam pemeliharaan rumput,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Tara Allorante.
Persiba Balikpapan sendiri akan mengawali Liga 1 dengan menjamu Persija Jakarta di Stadion Gajayana, Kota Malang, 16 April mendatang.